Tintaindonesia.id, Jakarta – Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama turut menghadiri agenda dialog bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia pada Kamis, 2 April 2026. Kegiatan ini menjadi ruang strategis dalam menjembatani aspirasi serta pemikiran kritis mahasiswa dan generasi muda terhadap isu-isu nasional, khususnya di bidang pengawasan obat dan makanan.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Hakim selaku Sekretaris Bidang Talenta Muda PP IPNU menyampaikan bahwa agenda dialog ini merupakan langkah positif dalam memperkuat penyerapan informasi dan gagasan berbasis kajian strategis yang dihasilkan oleh mahasiswa dan anak muda Indonesia. Forum ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah dan generasi muda dalam merumuskan kebijakan yang lebih responsif dan inklusif.
“Kami menilai agenda ini sangat positif, karena membuka ruang penyerapan informasi secara langsung dari kajian-kajian strategis mahasiswa dan anak muda bangsa,” ujar Abdul Hakim.
Lebih lanjut, PP IPNU mendorong agar BPOM RI semakin berperan sebagai mitra strategis negara dalam mewujudkan nilai-nilai keemasan serta kesejahteraan bangsa. Hal ini menjadi semakin penting, terutama dalam konteks pengawasan terhadap program prioritas nasional seperti penyediaan makan bergizi gratis yang membutuhkan pengawasan ketat demi menjamin kualitas dan keamanan konsumsi masyarakat.
Selain itu, PP IPNU juga menekankan pentingnya penguatan peran kelembagaan BPOM RI, baik dari sisi kewenangan maupun dukungan anggaran negara. Mengingat tugas yang diemban sangat besar dan strategis, peningkatan kapasitas BPOM RI dinilai menjadi kebutuhan mendesak. Bahkan, terdapat dorongan agar BPOM RI dapat ditingkatkan statusnya menjadi kementerian strategis yang secara khusus menangani pengawasan obat dan makanan, atau setidaknya memiliki posisi setara sebagai badan strategis negara dengan tingkat otoritas yang lebih tinggi.
Baca juga : Mutiara Puri Harmoni Sepatan “Kebal Hukum”? Pengurugan Tetap Eksis di Tengah Moratorium Bupati Tangerang
Dengan adanya dialog ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah dan generasi muda dalam mengawal kebijakan publik yang berdampak luas bagi masyarakat.
