PC SAPMA Kabupaten Tangerang Dinilai Mati Suri, Kader Desak Kepastian Kepemimpinan Jelang Akhir Masa Jabatan

Berita34 Dilihat

Tintaindonesia.id, Kabupaten Tangerang – Pengurus Cabang (PC) Satuan Pelajar Mahasiswa (SAPMA) Kabupaten Tangerang kini berada dalam sorotan tajam. Organisasi kepemudaan dan pelajar ini dinilai mengalami kevakuman atau “mati suri” pasca Musyawarah Wilayah III (Muswil III) PW SAPMA Provinsi Banten.

Ketiadaan pergerakan roda organisasi yang signifikan di bawah komando Ketua Umum PC SAPMA Kabupaten Tangerang, Andrey Renaldi, memicu keresahan di internal kader. Organisasi yang seharusnya menjadi wadah progresif bagi pelajar dan mahasiswa tersebut kini seolah kehilangan arah dan sosok pemimpin yang mampu menggerakkan roda organisasi.

Riki Ade Suryana, selaku kader SAPMA Kabupaten Tangerang, secara terbuka mengkritisi kondisi kepemimpinan di tingkat cabang saat ini. Ia menilai ada fenomena “hidup segan mati tak mau”, di mana posisi jabatan enggan dilepaskan, namun tanggung jawab organisasi tidak dijalankan sebagaimana mestinya.

Baca : Nakhoda Baru PBNU Terpilih: Abdul Jabar Ajak Semua Pihak Bersatu dan Segera Merapatkan Barisan

“Sebagai kader yang peduli dengan marwah organisasi, saya melihat PC SAPMA Kabupaten Tangerang saat ini mengalami stagnasi total. Kepemimpinan Saudara Andrey Renaldi terkesan tidak lagi memiliki visi untuk menghidupkan organisasi, namun di sisi lain tidak ada niatan untuk melakukan regenerasi atau mundur secara elegan,” ujar Riki Ade Suryana dalam keterangan persnya, Rabu (02/9/2026).

Riki menegaskan bahwa kondisi ini sangat memprihatinkan mengingat masa periode kepengurusan saat ini akan segera berakhir. Ia mengingatkan bahwa organisasi memiliki aturan main yang baku berdasarkan pedoman internal organisasi.

“Dalam Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Peraturan Organisasi (PO) SAPMA, setiap pemimpin memiliki kewajiban konstitusional untuk menjalankan roda organisasi dengan aktif dan produktif. Jika roda organisasi berhenti berputar, artinya ada pengabaian terhadap amanah yang diberikan.

Kami mendesak PW SAPMA Banten untuk melakukan langkah konkret, apakah itu melalui evaluasi internal atau percepatan mekanisme organisasi agar organisasi tidak tersandera oleh kepentingan pribadi yang justru mematikan potensi para kader,” tegas Riki.

Baca juga : Aktivis Tangerang Apresiasi Dan Dukung Gerakan Ampb, Sebut Mas Botok Simbol Perlawanan Rakyat Dari Daerah

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa PC SAPMA Kabupaten Tangerang membutuhkan sosok pemimpin yang mampu melakukan revitalisasi sebelum masa jabatan benar-benar usai. Menurutnya, membiarkan organisasi dalam keadaan vakum adalah bentuk ketidakadilan bagi seluruh anggota yang memiliki ekspektasi tinggi terhadap kontribusi nyata SAPMA di Kabupaten Tangerang.

“Kami meminta transparansi dan tanggung jawab. Berdasarkan ketentuan dalam PO SAPMA, jika memang kepengurusan tidak mampu lagi menjalankan roda organisasi sesuai dengan AD/ART, kami mendesak PW SAPMA Banten harus lakukan langkah konkret yang nyata untuk mengambil tindakan tegas demi keberlangsungan organisasi ke depan,” tutup Riki dengan nada serius.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi atau tanggapan dari Ketua Umum PC SAPMA Kabupaten Tangerang, Andrey Renaldi, terkait kondisi kevakuman organisasi yang disorot oleh para kadernya tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *