Buruh Kecam Spanduk Promosi Pasar Laris Saiman Sentiong, Dinilai Rendahkan Pekerja

Berita79 Dilihat

Tintaindonesia.id, Tangerang – Sebuah spanduk promosi yang terpasang di pagar proyek Pasar Modern Laris Saiman Sentiong Jalan Raya Balaraja-Kresek menuai sorotan dari kalangan buruh dan masyarakat.

Narasi spanduk bertuliskan “Cicilan semurah gaji karyawan” dinilai tidak pantas karena dianggap merendahkan dan membandingkan nilai cicilan dengan penghasilan pekerja.

Aktivis buruh Tangerang Marno, mengecam penggunaan kalimat tersebut, gaji bukan simbol angka murah yang pantas dijadikan bahan promosi, melainkan hasil perjuangan tenaga, waktu, dan pengorbanan untuk menghidupi keluarga.

Baca : Enam Bangunan Industri di Cikupa Dilalap Api, Sejumlah Ledakan Terdengar

“Pernyataan tersebut mencederai rasa hormat terhadap pekerja yang setiap hari menopang roda ekonomi. Kami meminta pihak pembuat iklan mengevaluasi narasi itu dan meminta maaf kepada para karyawan serta buruh yang merasa direndahkan.”

“Jangan jadikan upah pekerja sebagai bahan komparasi untuk menarik pembeli. Kreativitas promosi tidak boleh mengorbankan martabat orang yang bekerja keras.” tegas Marno kepada awak media Senin, (15/6/2026).

Selain itu, Ahmad Udedi aktivis Tangerang menilai pelaku usaha memiliki banyak pilihan bahasa promosi yang kreatif tanpa harus menyentuh aspek yang berpotensi merendahkan kelompok pekerja.

“Promosi seharusnya mengedepankan nilai positif. Jangan sampai ada narasi yang membuat masyarakat, khususnya pekerja, merasa direndahkan,” tambahnya.

Baca juga : Wamen PPPA Pastikan Bocah Korban Bullying hingga Kesetrum Berhak Dapat Ganti Rugi

Spanduk tersebut kini menjadi perbincangan publik. Buruh berharap pihak pengelola harus meminta maaf didepan publik terutama kepada kaum Buruh atau pekerja.

Selain itu, Pemkab Tangerang melalui Perumda Pasar NKR harus bertindak tegas dan mengevaluasi pengembang Pasar Laris Saiman terhadap penggunaan kalimat promosi agar lebih bijak dan memperhatikan etika komunikasi di ruang publik.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pasar Laris Saiman terkait maksud penggunaan narasi “Cicilan semurah gaji karyawan” tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *