IHSG Tertekan 2,08 Persen, Gagal Bertahan di Level 8.000

Ekonomi44 Dilihat

Tintaindonesia.id, Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah signifikan pada perdagangan hari ini. IHSG berakhir di level 7.935,26, turun 168,62 poin atau setara 2,08 persen dibandingkan penutupan sebelumnya, Jum’at (6/2/2026).

Sejak awal perdagangan, tekanan jual langsung mendominasi pasar. IHSG sempat dibuka melemah tajam dan mengalami volatilitas tinggi pada sesi awal, mencerminkan sentimen negatif yang kuat dari pelaku pasar.

Pada awal sesi, IHSG bahkan sempat menyentuh area tertinggi harian di kisaran 8.103, sebelum akhirnya berbalik arah dan terus tertekan. Aksi jual yang masif membuat indeks bergerak di zona merah sepanjang hari.

Baca : Senjakala Intelektual HMI: Menjemput Fajar atau Memeluk Malam?

Tekanan semakin dalam ketika IHSG sempat menyentuh level terendah harian di 7.866,55. Level ini menjadi titik terendah intraday, sebelum indeks perlahan mencoba melakukan pemulihan terbatas.

Memasuki sesi kedua perdagangan, pergerakan IHSG cenderung bergerak sideways dengan kecenderungan melemah. Upaya rebound terlihat, namun masih terbatas akibat minimnya minat beli dari investor.

Hingga menjelang penutupan, IHSG masih belum mampu kembali ke zona psikologis 8.000. Tekanan jual masih terlihat dominan, meskipun terjadi penguatan kecil di menit-menit akhir perdagangan.

Baca juga : Himpunan Mahasiswa Islam yang ke-79: Merawat gagasan dan Menjawab Tantangan Zaman

Pelemahan IHSG ini mengindikasikan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap kondisi pasar. Investor cenderung melakukan aksi ambil untung dan menahan pembelian di tengah ketidakpastian sentimen global maupun domestik.

Secara teknikal, pelemahan hari ini membuat IHSG kembali mendekati area support penting di kisaran 7.850–7.900. Pergerakan indeks pada level ini akan menjadi perhatian pelaku pasar untuk menentukan arah selanjutnya.

Ke depan, pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati berbagai sentimen, baik dari faktor eksternal maupun dalam negeri. Pergerakan IHSG selanjutnya akan sangat ditentukan oleh kuat tidaknya respons pasar terhadap level support yang saat ini sedang diuji.