Tintaindonesia.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan Jumat (29/8), seiring meningkatnya ketidakpastian politik akibat aksi demonstrasi di Jakarta.
IHSG tercatat anjlok 2,27% atau sekitar 180 poin ke level 7.771. Nilai transaksi mencapai Rp13,31 triliun dengan 662 saham melemah, 89 menguat, dan 49 stagnan. Investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp1,12 triliun di seluruh pasar.
Analis menilai aksi demonstrasi yang meluas menjadi pemicu utama gejolak pasar. Selain itu, aksi profit taking asing di saham perbankan dan komoditas memperdalam koreksi indeks. Tekanan juga diperparah oleh pelemahan rupiah yang tidak sejalan dengan pergerakan indeks dolar AS.
Baca : NasDem Rotasi Ahmad Sahroni dari Wakil Ketua Komisi III DPR ke Komisi I
Meski demikian, Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan kondisi fundamental pasar modal Indonesia masih solid. Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, menyebut pelemahan kali ini masih dalam batas teknikal yang wajar.
“Fundamental pasar kita tetap kuat. Koreksi yang terjadi lebih disebabkan faktor eksternal dan sentimen jangka pendek,” ujarnya di Jakarta.
Ke depan, analis memperkirakan IHSG bergerak fluktuatif dengan rentang support di 7.750 dan resistance di 8.000. Investor diminta berhati-hati dan menyiapkan strategi jangka panjang.
Baca juga : Forum Aksi Mahasiswa Tangerang: Hentikan Kekerasan Aparat, Usut Tuntas Kasus Ojol Tewas dalam Aksi
Sektor barang baku, khususnya komoditas emas, dinilai berpotensi positif seiring harga emas yang tengah menyentuh level tertinggi dalam sebulan terakhir. Saham-saham seperti BBRI, AMMN, dan BRMS direkomendasikan sebagai pilihan spekulatif dengan potensi rebound.
Analis menyarankan investor jangka panjang untuk melakukan pembelian bertahap di tengah koreksi pasar. Momentum pelemahan IHSG dinilai masih wajar dan bisa dimanfaatkan untuk akumulasi.
Dengan situasi ini, pelaku pasar diimbau tetap mencermati perkembangan politik domestik dan sentimen global, sembari menjaga disiplin dalam strategi investasi.