Transformasi Digital : Langkah Strategis Memajukan UMKM Indonesia di Era Modern

Opini237 Dilihat

Oleh : Dimas Syauqi
Mahasiswa Imu Komunikasi FISIP UNIS Tangerang

Tintaindonesia.id, Opini – Perkembangan teknologi digital dalam satu dekade terakhir telah membawa perubahan besar pada pola hidup masyarakat Indonesia. Aktivitas sehari-hari yang dahulu dilakukan secara manual kini beralih menjadi serba digital, mulai dari belanja, pembayaran, pemasaran, hingga komunikasi bisnis. Perubahan ini memberikan dampak signifikan, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Dengan kontribusi mencapai 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap 97 persen tenaga kerja (Kemenkop UKM, 2023), UMKM memiliki peran penting dalam stabilitas ekonomi. Namun, untuk tetap relevan dan kompetitif, UMKM dituntut melakukan transformasi digital.

Transformasi digital bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak. Perubahan perilaku konsumen terutama generasi muda yang mengutamakan kecepatan, kemudahan transaksi, dan pengalaman digital. Memaksa UMKM menyesuaikan cara mereka beroperasi. Konsumen kini lebih memilih layanan dengan akses mudah, pembayaran digital, dan kehadiran online yang informatif. Tanpa upaya digitalisasi, UMKM berisiko kehilangan pasar yang semakin kompetitif. Karena itu, penting bagi pelaku usaha memahami bahwa teknologi bukan lagi hambatan, tetapi peluang untuk berkembang lebih besar.

Latar belakang utama pentingnya digitalisasi UMKM dapat dilihat dari pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Berdasarkan laporan Google, Temasek, dan Bain (2023), nilai ekonomi digital Indonesia mencapai US$82 miliar, tertinggi di Asia Tenggara. Dengan potensi pasar digital sebesar ini, UMKM memiliki kesempatan besar untuk memperluas jangkauan tanpa batas geografis. Produk lokal yang sebelumnya hanya dikenal di daerah tertentu kini dapat dikenal secara nasional bahkan internasional melalui platform digital.

Baca : Kemenangan Demokrasi Mahasiswa dan Harapan Baru bagi Universitas Insan Pembangunan Indonesia

Namun, proses transformasi digital tidak selalu mudah. Tantangan yang sering muncul meliputi keterbatasan pengetahuan digital, akses infrastruktur yang belum merata, serta kurangnya pemahaman mengenai strategi pemasaran digital. Banyak UMKM yang masih kesulitan menggunakan media sosial secara efektif, belum mampu mengoptimalkan platform e-commerce, atau belum melakukan pencatatan keuangan berbasis digital. Padahal, kemampuan ini sangat penting untuk meningkatkan efisiensi usaha dan kepercayaan konsumen.

Di tengah tantangan tersebut, dukungan dari berbagai pihak menjadi penggerak penting percepatan digitalisasi. Salah satu bentuk dukungan yang nyata hadir dari sektor swasta melalui platform GoBiz, bagian dari ekosistem Gojek. GoBiz memberikan solusi komprehensif untuk UMKM, mulai dari pencatatan transaksi, sistem pembayaran digital, pengelolaan menu, hingga promosi otomatis. Bagi pelaku usaha kuliner, misalnya, GoBiz memudahkan pengaturan pesanan, mengelola stok, dan terhubung dengan layanan pengantaran, sehingga operasional lebih efisien.

Selain sektor swasta, pemerintah juga menunjukkan komitmennya dalam memperkuat digitalisasi UMKM. Program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), pelatihan literasi digital melalui Kominfo, hingga fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis digital merupakan langkah konkret mendukung UMKM agar mampu bersaing. Pemerintah daerah di berbagai provinsi juga semakin aktif menyediakan pelatihan pemasaran digital, fotografi produk, pembuatan konten, hingga manajemen bisnis berbasis aplikasi. Program-program ini menjadi penggerak penting dalam mempercepat kesiapan digital masyarakat UMKM.

Transformasi digital bukan hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga perubahan pola pikir pelaku usaha. UMKM yang mampu melihat teknologi sebagai peluang cenderung lebih cepat beradaptasi dan berkembang. Misalnya, UMKM yang aktif menggunakan media sosial sebagai sarana branding mampu menciptakan kedekatan emosional dengan pelanggan. Konsumen kini tidak hanya membeli produk, tetapi juga pengalaman dan nilai yang dibangun oleh sebuah merek. Di sisi lain, penggunaan sistem pembayaran digital juga memberikan keuntungan besar, seperti kemudahan pencatatan keuangan dan keamanan transaksi.

Selain itu, transformasi digital turut membuka peluang baru dalam strategi pemasaran. UMKM dapat memanfaatkan iklan digital melalui Facebook Ads, TikTok Ads, atau Google Ads untuk menjangkau konsumen yang lebih luas secara terukur. Bahkan UMKM dengan modal terbatas dapat memulai promosi dengan anggaran kecil, karena platform digital memberikan fleksibilitas yang tidak dimiliki media konvensional. Dengan demikian, digitalisasi tidak hanya mempermudah operasional, tetapi juga memperbesar potensi pertumbuhan omzet.

Solusi lain yang dapat dilakukan UMKM adalah menerapkan omnichannel marketing, yaitu menggabungkan penjualan offline dan online. Banyak UMKM mulai membuka toko fisik sekaligus berjualan melalui e-commerce atau aplikasi online. Strategi ini efektif karena konsumen dapat memilih saluran pembelian sesuai preferensi mereka. Data Deloitte (2023) menunjukkan bahwa bisnis yang menerapkan omnichannel memiliki peluang 30–50 persen peningkatan penjualan dibandingkan yang hanya berjualan secara offline.

Baca juga : Menjaga Arah Pembangunan: Catatan Akhir Tahun atas Kepemimpinan Maesyal–Intan di Kabupaten Tangerang

Melihat berbagai manfaat tersebut, transformasi digital menjadi langkah strategis yang harus ditempuh UMKM untuk memastikan keberlanjutan usaha. Namun, digitalisasi harus dilakukan secara bertahap dan terarah. Pertama, UMKM perlu memahami kebutuhan dasar usahanya, seperti pencatatan keuangan, pengelolaan stok, dan layanan pelanggan. Kedua, pelaku usaha dapat mulai membangun kehadiran digital melalui pembuatan akun media sosial, pembuatan katalog digital, atau bergabung dengan platform penjualan online. Ketiga, barulah UMKM mengembangkan strategi pemasaran yang lebih kompleks seperti promosi digital, kolaborasi influencer lokal, atau pengiklanan online.

Transformasi digital tidak hanya memberi manfaat bagi pelaku usaha, tetapi juga memperkuat daya saing ekonomi nasional. Dengan UMKM yang lebih siap bersaing di pasar global, produk lokal memiliki peluang untuk menjadi bagian dari rantai pasok internasional. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia untuk memperkuat struktur ekonomi berbasis teknologi dan inovasi.

Pada akhirnya, digitalisasi bukan sekadar opsi tambahan, tetapi pondasi masa depan UMKM. Adaptasi teknologi akan menentukan apakah sebuah usaha mampu bertahan menghadapi persaingan yang semakin ketat. Dengan memanfaatkan dukungan pemerintah dan solusi digital dari platform seperti GoBiz, UMKM Indonesia memiliki kesempatan besar untuk naik kelas dan memperluas pasar mereka. Sudah saatnya pelaku UMKM berani melangkah, memanfaatkan teknologi sebagai mitra usaha, dan membuka jalan menuju keberhasilan jangka panjang.