Tintaindonesia.id, Tangerang – Komunitas Semanggi (Semangat Berbagi) menggelar kembali Pamumingsolam Volume 166 yang sukses digelar selama dua hari berturut-turut, Sabtu dan Minggu, 5 – 6 Juli 2025 di Semanggi Center, Cikokol, Tangerang, (07/07/2025).
Acara ini menjadi ruang temu yang meriah bagi para pelaku seni, musisi lokal, dan komunitas yang ada di Kota Tangerang.
Dengan semangat kolektif dan solidaritas komunitas, Pamumingsolam kembali membuktikan diri sebagai ruang alternatif yang tak hanya tahan cuaca, tapi juga menjadi titik temu bagi pelaku seni, musisi, UMKM kreatif, hingga penggerak komunitas di Tangerang dan sekitarnya.
Meskipun hujan sempat turun deras pada sabtu pukul sore hari para performer yang tampil seperti papagembul dan hip hop jam x arirurero tetap tampil maksimal dan di sambut dengan antusias yang meriah dan penuh semangat. Sorak sorai menjadi pemandangan hangat di tengah suasana basah.
“Cuaca nggak jadi penghalang, justru bikin suasana jadi lebih hangat setelah di terpa dengan cuaca hujan tapi masih banyak pengunjung yang berdatangan dan semoga ini menjadi berkah untuk para UMKM yang berjualan di tenant yang di sediakan, harapan untuk pamumingsolam kedepannya supaya lebih meriah dan menjadi wadah nya para kreativitas muda di Kota Tangerang,” Ujar monos salah satu ketua pelaksana pamumingsolam volume 166.
Di sisi lain, puluhan tenant seperti Perkatin, S.A Streetwear, Ndonesian Blades, dan Letlow tetap buka lapak dan berinteraksi dengan pengunjung. Beberapa tenant bahkan berinisiatif menyesuaikan setup tenda agar tetap nyaman dikunjungi di tengah cuaca hujan.
Pameran seni rupa pun berjalan lancar dengan karya dari seniman seperti Dedi Jauhari, Edi Bonetski, Acul Gaos, dan Fantasy Remaja yang tetap mendapat perhatian, dengan beberapa spot indoor dialihfungsikan menjadi ruang galeri dadakan. Tak ketinggalan, ada juga pagelaran seni tari Clover Dance Company, tetap digelar dengan semangat meski kondisi lapangan basah.
Acara ini menjadi bukti bahwa hujan bukan alasan untuk berhenti bergerak. Pamumingsolam tetap menjadi ruang alternatif yang tak hanya menyatukan pelaku kreatif, tapi juga menyatukan semangat untuk tetap berkarya dalam segala cuaca.








