PW IPNU Banten Bersama PC IPNU se-Banten Resmi Usung Muhammad Shidqil Muqoffa sebagai Calon Ketua Umum PP IPNU 2026–2029

Berita30 Dilihat

Tintaindonesia.id, Tangerang Selatan – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Provinsi Banten bersama Pimpinan Cabang (PC) IPNU se-Banten resmi menyatakan dukungan kepada Muhammad Shidqil Muqoffa sebagai calon Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) IPNU periode 2026–2029. Deklarasi dukungan tersebut disampaikan dalam Rapat Pimpinan Wilayah (RAPIMWIL) II PW IPNU Banten pada Rabu (28/10/2026), bertempat di Graha Aswaja NU, PCNU Kota Tangerang Selatan.

Dukungan tersebut merupakan hasil musyawarah bersama yang mengakomodasi aspirasi kader IPNU di berbagai tingkatan kepemimpinan di Provinsi Banten. Keputusan ini menjadi bentuk ikhtiar kolektif dalam mendorong kepemimpinan nasional IPNU yang mampu menjawab tantangan pelajar dan kebutuhan kader di tingkat akar rumput.

Muhammad Shidqil Muqoffa, yang akrab disapa Rekan Aqil, merupakan kader IPNU Banten dengan pengalaman organisasi yang dimulai dari Ketua PAC IPNU Kecamatan Ciputat, kemudian berproses di PC IPNU Kota Tangerang Selatan. Pengalaman tersebut mengantarkannya mendapatkan kepercayaan dan dorongan dari kader IPNU Banten untuk berkiprah di tingkat nasional sebagai Wakil Sekretaris Umum PP IPNU.

Ketua PW IPNU Banten, Rekan Muhamad Riziq Shihab, menjelaskan bahwa dukungan kepada Aqil bukan sekadar keputusan organisasi, melainkan hasil dari proses komunikasi, pertimbangan, dan penyerapan aspirasi kader.

Baca : PW IPNU Banten Gelar Puncak Ramadan Bahagia Season 3

“Dukungan ini lahir dari musyawarah bersama dan aspirasi kader IPNU Banten. Kami melihat pentingnya menghadirkan kepemimpinan yang memahami kondisi kader di akar rumput, sekaligus mampu membawa kebutuhan dan harapan mereka ke tingkat nasional,” ujar Riziq.

Menurutnya, pengalaman Aqil dalam berproses di berbagai tingkatan organisasi menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan dukungan. Rekam jejak tersebut dinilai memberikan pemahaman mengenai dinamika kaderisasi, kebutuhan pengembangan kapasitas pelajar, serta tantangan yang dihadapi pimpinan di tingkat cabang dan anak cabang.

Selain pengalaman organisasi, gagasan yang ditawarkan Aqil juga menjadi perhatian dalam proses penentuan dukungan. Konsep Student Global Empowerment dengan semangat “IPNU Kolaboratif Mendunia” dipandang relevan dengan kebutuhan kader untuk memperoleh akses pengetahuan, meningkatkan kapasitas diri, serta membangun jejaring yang lebih luas.

Gagasan tersebut menempatkan IPNU bukan hanya sebagai ruang berhimpun dan berkaderisasi, tetapi juga sebagai ekosistem pemberdayaan pelajar yang membuka kesempatan untuk berkembang melalui kolaborasi, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta perluasan akses di tingkat nasional maupun global.

Baca juga : Dr. Nursanda Rizki Adhari Dorong Kepemimpinan Pemuda Berkarakter di Seminar Nasional FISIP UBB

Aqil menawarkan visi menjadikan IPNU sebagai rumah tumbuh pelajar Nahdlatul Ulama yang berakar kuat pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), unggul dalam ilmu dan teknologi, merata dalam kesempatan, serta menjadi penggerak peradaban menuju Indonesia Emas 2045.

Riziq menambahkan, gagasan tersebut perlu diterjemahkan ke dalam program nyata yang dapat dirasakan oleh kader, terutama mereka yang berada di tingkat akar rumput.

“Bagi kami, gagasan kepemimpinan harus berangkat dari persoalan yang benar-benar dirasakan kader. Penguatan kaderisasi, pemerataan kesempatan, peningkatan kapasitas, dan kolaborasi harus menjadi bagian dari kerja nyata organisasi. Kami berharap gagasan yang dibawa Rekan Aqil dapat menjadi ruang untuk menjawab kebutuhan tersebut,” tambahnya.

Melalui deklarasi ini, PW IPNU Banten bersama PC IPNU se-Banten berharap aspirasi yang telah dibangun melalui musyawarah dapat menjadi bagian dari dinamika menuju kepemimpinan PP IPNU periode 2026–2029.

Dukungan tersebut sekaligus menegaskan komitmen kader IPNU Banten untuk berkontribusi dalam menentukan arah gerakan organisasi ke depan, dengan tetap mengedepankan musyawarah, penguatan kaderisasi, dan pemberdayaan pelajar Nahdlatul Ulama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *