Sosialisasi Bangga Kencana di Bayah, Tuti Nurhasiah Tekankan Pentingnya Kesiapan Berkeluarga Sejak Remaja

Berita269 Dilihat

Tintaindonesia.id, Lebak — Pembangunan keluarga yang berkualitas perlu dimulai melalui perencanaan yang matang sejak usia remaja. Edukasi mengenai kesiapan berkeluarga, pencegahan perkawinan usia anak, serta kemandirian ekonomi menjadi faktor penting dalam mewujudkan keluarga yang harmonis, mandiri, dan sejahtera, Rabu (28/10/2026).

Hal tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam kegiatan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, yang menghadirkan Ibu Tuti Nurhasiah sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Tuti Nurhasiah menekankan bahwa membangun keluarga tidak cukup hanya didasarkan pada keputusan untuk menikah. Setiap calon pasangan perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai tanggung jawab rumah tangga, kesiapan mental, kondisi kesehatan, serta kemampuan memenuhi kebutuhan keluarga.

Menurutnya, pendidikan dan pendampingan mengenai kehidupan berkeluarga perlu diberikan sejak remaja agar generasi muda memiliki bekal yang cukup sebelum memasuki jenjang pernikahan. Dengan demikian, keputusan untuk menikah dapat diambil secara matang dengan mempertimbangkan berbagai aspek kehidupan.

Baca : Kemendukbangga/BKKBN Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Pandeglang, Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga

Pencegahan Perkawinan Usia Anak Perlu Menjadi Perhatian Bersama

Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah pencegahan perkawinan usia anak. Edukasi kepada remaja, orang tua, dan masyarakat dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman mengenai kesiapan menikah serta berbagai konsekuensi yang dapat timbul apabila pernikahan dilakukan pada usia yang belum memadai.

Upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga dan lingkungan masyarakat. Orang tua memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan, membangun komunikasi dengan anak, serta memastikan bahwa generasi muda memperoleh informasi yang tepat mengenai kesehatan reproduksi dan perencanaan masa depan.

Melalui edukasi yang berkelanjutan, remaja diharapkan mampu memahami pentingnya mempersiapkan diri sebelum membangun rumah tangga, baik dari sisi kesehatan, psikologis, sosial, maupun ekonomi.

Kesiapan Berkeluarga Tidak Hanya Diukur dari Usia

Tuti Nurhasiah juga menyoroti bahwa kesiapan membangun rumah tangga perlu dilihat secara menyeluruh. Selain usia, calon pasangan perlu mempersiapkan kondisi fisik, mental dan emosional, kemampuan finansial, kehidupan sosial, nilai moral dan spiritual, serta keterampilan dalam mengelola rumah tangga.

Kesiapan tersebut menjadi bekal penting untuk menghadapi dinamika kehidupan keluarga, menyelesaikan perbedaan secara bijaksana, dan menjalankan tanggung jawab bersama. Pemahaman mengenai kesehatan reproduksi juga menjadi bagian penting agar pasangan mampu merencanakan kehidupan keluarga secara sehat dan bertanggung jawab.

Dengan persiapan yang baik, pasangan diharapkan dapat membangun hubungan yang lebih harmonis serta menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Kemandirian Ekonomi sebagai Fondasi Keluarga yang Stabil

Selain kesiapan mental dan kesehatan, kemandirian ekonomi turut menjadi perhatian dalam pemaparan tersebut. Calon pasangan perlu memiliki perencanaan keuangan dan kemampuan mengelola kebutuhan rumah tangga agar kehidupan keluarga dapat berjalan lebih stabil.

Tanggung jawab ekonomi keluarga perlu dipersiapkan oleh pasangan sesuai dengan kemampuan dan kesepakatan bersama, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada orang tua. Kemandirian ini diharapkan dapat mendorong pasangan untuk lebih bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan hidup serta merencanakan masa depan keluarga.

Dalam konteks pembangunan keluarga, kemampuan mengelola keuangan juga berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar, pengasuhan anak, pendidikan, dan kesejahteraan seluruh anggota keluarga.

Baca juga : Perkuat Peran Keluarga dan Kader PKK, Pencegahan Stunting Dimulai Sejak Dini

Keluarga Berkualitas untuk Mendukung Indonesia Emas 2045

Pembangunan keluarga memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa. Keluarga yang direncanakan dengan baik diharapkan mampu memberikan pengasuhan, pendidikan, perlindungan, serta lingkungan tumbuh kembang yang sehat bagi anak.

Oleh karena itu, penguatan edukasi Bangga Kencana perlu terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, orang tua, hingga masyarakat. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Keluarga yang sehat, mandiri, dan berkualitas diharapkan menjadi fondasi penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Kegiatan sosialisasi ini juga berlangsung secara interaktif melalui dialog bersama peserta mengenai kehidupan keluarga dan perencanaan jumlah anak. Interaksi tersebut menjadi ruang untuk menghubungkan materi sosialisasi dengan pengalaman sehari-hari masyarakat, sekaligus memperkuat pemahaman tentang pentingnya perencanaan keluarga.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa membangun keluarga merupakan proses yang membutuhkan persiapan, pengetahuan, dan tanggung jawab bersama. Dengan perencanaan yang matang sejak remaja, upaya mewujudkan keluarga berkualitas dapat menjadi bagian dari pembangunan generasi Indonesia yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya saing.