Founder Pemuda Berdampak Serukan Persatuan Pemuda Dukung Pembangunan Nasional dan Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045

Berita163 Dilihat

Tintaindonesia.id, Banten — Founder Pemuda Berdampak, Bagas Yulianto, menyerukan kepada seluruh pemuda Indonesia untuk memperkuat persatuan dan berperan aktif dalam pembangunan nasional. Ia juga mendorong penguatan pendidikan dan pembinaan generasi muda sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, sekaligus menyatakan dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui kolaborasi dan kontribusi nyata bagi masyarakat, Rabu (28/10/2026).

Bagas menilai, pemuda memiliki posisi strategis dalam menentukan masa depan bangsa. Karena itu, generasi muda perlu mengambil peran sebagai penggerak perubahan melalui gagasan, karya, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat, bukan sekadar menjadi penonton dalam proses pembangunan.

“Pemuda Indonesia harus bersatu, mengesampingkan perbedaan, dan bersama-sama mengambil peran dalam pembangunan bangsa. Kami mendukung upaya pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam memajukan Indonesia, terutama melalui penguatan pendidikan dan pembinaan generasi muda. Dukungan ini harus diwujudkan dalam kolaborasi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Bagas Yulianto.

Baca : Wajah Pemuda Di Cermin Digital: Jangan Jadi Pemuda Bangkawarah

Bagas menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu fondasi utama dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan perlu disertai dengan perluasan akses belajar, upaya menekan angka putus sekolah, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta pemerataan kesempatan pendidikan bagi anak-anak Indonesia dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi.

Ia juga menekankan pentingnya pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi turut membangun karakter, kreativitas, literasi digital, kepemimpinan, dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Tidak boleh ada anak bangsa yang kehilangan kesempatan meraih cita-cita hanya karena keterbatasan ekonomi. Pendidikan harus menjadi jalan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, serta berdaya saing,” tegasnya.

Selain sektor pendidikan, Bagas mendorong penguatan pembinaan dan pemberdayaan pemuda melalui pengembangan organisasi kepemudaan, kewirausahaan, pelatihan keterampilan, peningkatan kapasitas kepemimpinan, serta perluasan ruang partisipasi generasi muda dalam pembangunan.

Menurutnya, potensi pemuda Indonesia perlu diarahkan pada kegiatan produktif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Untuk mewujudkannya, pemerintah, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, dunia usaha, dan komunitas masyarakat perlu membangun kolaborasi yang berkelanjutan.

Baca juga : Sosialisasi Bangga Kencana di Bayah, Tuti Nurhasiah Tekankan Pentingnya Kesiapan Berkeluarga Sejak Remaja

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang mendukung lahirnya generasi muda yang mandiri, inovatif, berintegritas, dan bertanggung jawab. Pemuda juga perlu memperoleh ruang untuk menyampaikan gagasan, berpartisipasi dalam pengawasan kebijakan publik, serta terlibat dalam upaya penyelesaian persoalan sosial, pendidikan, ketenagakerjaan, dan lingkungan.

Sebagai Founder Pemuda Berdampak, Bagas mengajak seluruh elemen pemuda untuk menjadikan perbedaan pandangan, latar belakang, dan pengalaman sebagai kekuatan dalam membangun Indonesia. Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap pemerintah perlu diwujudkan melalui partisipasi aktif, kontribusi konkret, serta penyampaian kritik yang konstruktif dan bertanggung jawab.

“Persatuan pemuda adalah modal besar bangsa. Mari kita dukung program pemerintah yang berpihak kepada rakyat, kawal pelaksanaannya secara bertanggung jawab, dan hadirkan gerakan nyata di tengah masyarakat. Indonesia Emas 2045 bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama,” tutup Bagas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar