Perkuat Peran Keluarga dan Kader PKK, Pencegahan Stunting Dimulai Sejak Dini

Berita178 Dilihat

Tintaindonesia.id, Lebak — Penguatan keluarga dan pemberdayaan masyarakat menjadi langkah penting dalam mendukung pencegahan stunting serta meningkatkan kualitas generasi masa depan. Hal tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam kegiatan penyampaian materi yang berlangsung di Gedung PGRI Kabupaten Lebak, Kamis (22/10/2026).

Dalam pemaparannya, Bu Ade Sori menekankan pentingnya mempersiapkan keluarga sejak masa remaja sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. Kesiapan membangun keluarga, pemenuhan gizi, serta pemahaman mengenai kesehatan menjadi faktor penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

Baca : Penguatan Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045

Sementara itu, Bu Indah menyampaikan apresiasi kepada kader PKK atas kontribusi mereka dalam mendampingi keluarga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pendidikan keluarga, pengasuhan anak, dan pemberdayaan masyarakat perlu terus diperkuat melalui partisipasi aktif serta pendampingan berkelanjutan.

Pada sesi diskusi, Hj. Tuti Nurasiah, S.KM., M.K.M., menjelaskan pentingnya koordinasi antara BKKBN, kader, dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah, termasuk penyaluran bantuan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga : Hari Santri 2026: PW IPNU Banten Teguhkan Semangat Pelajar Santri Menuju Indonesia Emas

Ia juga menekankan pentingnya perencanaan kehamilan, pemahaman kesehatan reproduksi, serta koordinasi dengan petugas terkait apabila ditemukan kendala dalam penyaluran bantuan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan peran keluarga, kader PKK, dan para pendamping masyarakat semakin kuat dalam mendukung pencegahan stunting dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci untuk mewujudkan generasi yang sehat, mandiri, dan berkualitas.