Kemendukbangga/BKKBN Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Pandeglang, Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga

Berita78 Dilihat

Tintaindonesia.id, Pandeglang – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) RI menggelar sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) bersama mitra kerja di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni anggota DPR RI Dr. Hj. Adde Rosi Khoerunnisa, S.Sos., M.Si., perwakilan BKKBN Provinsi Banten Suci Kusumawati, S.Kom., serta Kepala Bidang Pengendalian Penduduk (Dalduk) DP3AKB Kabupaten Pandeglang, Dodi Supriatna. Acara tersebut disambut oleh pihak kampus STAISMAN dan Camat Kaduhejo, serta dihadiri penyuluh keluarga berencana (KB) dan masyarakat.

Dalam pemaparannya, Adde Rosi Khoerunnisa menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Menurutnya, keluarga menjadi lingkungan pertama bagi anak untuk memperoleh pendidikan, kasih sayang, rasa aman, serta belajar membangun kemandirian, karakter, dan budi pekerti.

Baca : Perkuat Peran Keluarga dan Kader PKK, Pencegahan Stunting Dimulai Sejak Dini

Ia menambahkan, penguatan ketahanan keluarga menjadi langkah penting dalam mempersiapkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, mandiri, dan berintegritas. Untuk itu, diperlukan sinergi antara keluarga, pemerintah, akademisi, kader, dan masyarakat guna mendukung keberhasilan Program Bangga Kencana sekaligus mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Suci Kusumawati dari BKKBN Provinsi Banten menjelaskan bahwa Program Bangga Kencana bertujuan meningkatkan kualitas keluarga melalui pembangunan keluarga, pengendalian penduduk, dan pelayanan keluarga berencana dengan melibatkan berbagai sektor. Salah satu upaya yang dikembangkan adalah Kampung Keluarga Berkualitas sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan di tingkat desa maupun kelurahan.

Suci juga memaparkan lima program prioritas Kemendukbangga/BKKBN, yaitu Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), pengembangan Super Apps, dan Lansia Berdaya. Program-program tersebut diharapkan dapat menjawab berbagai kebutuhan keluarga pada setiap tahapan kehidupan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya peran kelompok kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL). Ketiga kelompok tersebut menjadi sarana edukasi bagi keluarga untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengasuhan serta pendampingan anggota keluarga sesuai tahapan usia.

Pada kesempatan yang sama, Dodi Supriatna selaku Kepala Bidang Dalduk DP3AKB Kabupaten Pandeglang menyampaikan pentingnya kesiapan sebelum memasuki kehidupan berkeluarga. Kesiapan tersebut mencakup aspek usia, fisik, mental, emosional, spiritual, moral, pendidikan, dan finansial.

Ia menjelaskan bahwa calon pengantin perlu memahami pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan, konsumsi tablet tambah darah untuk mencegah anemia, serta pemeriksaan kesehatan ibu dan janin. Kehamilan pada usia terlalu muda memiliki risiko kesehatan, antara lain komplikasi persalinan, kelahiran prematur, dan berat badan lahir rendah, yang juga dapat meningkatkan risiko stunting.

Dodi turut menyoroti pentingnya perencanaan jumlah anak dan penggunaan alat kontrasepsi sesuai kebutuhan serta kondisi kesehatan. Menurutnya, perencanaan keluarga yang baik dapat membantu menjaga kesehatan ibu sekaligus mendukung peningkatan kualitas kehidupan keluarga.

Baca juga : Penguatan Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting di Kabupaten Pandeglang perlu dilakukan sejak masa remaja, terutama melalui edukasi mengenai risiko pernikahan dan kehamilan usia dini. Remaja diharapkan mempersiapkan masa depan melalui penerapan pola hidup sehat, konsumsi makanan bergizi, kesiapan mental, penyelesaian pendidikan, dan perencanaan ekonomi.

Edukasi pranikah juga menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kesiapan calon pengantin. Dodi menjelaskan bahwa program Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari upaya pendampingan dan edukasi calon pengantin. Pelaksanaannya memerlukan dukungan serta kerja sama antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama agar calon pasangan memiliki pemahaman yang memadai sebelum membangun keluarga.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan pemahaman masyarakat mengenai pembangunan keluarga, perencanaan kehidupan berkeluarga, dan pencegahan stunting semakin meningkat. Kolaborasi antara pemerintah, mitra kerja, lembaga pendidikan, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat ketahanan keluarga serta mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.