Nakhoda Baru PBNU Terpilih: Abdul Jabar Ajak Semua Pihak Bersatu dan Segera Merapatkan Barisan

Berita109 Dilihat

Tintaindonesia.id, Banten – Kegiatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, telah selesai dengan lancar. Hasil musyawarah hari ini menetapkan KH Miftachul Akhyar kembali menjadi Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031. Kabar baik ini disambut gembira oleh para pengurus dan warga NU di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Banten.

Ketua Majelis Alumni IPNU Banten sekaligus Pengurus Cabang NU Kabupaten Lebak, Abdul Jabar, menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya kedua pemimpin baru tersebut. Ia juga mengajak seluruh pengurus untuk segera melakukan konsolidasi atau merapatkan barisan, agar NU bisa menjalankan kerja sama dengan pemerintah secara maksimal.

“Saat ini pemerintah di bawah Presiden RI Prabowo Subianto memberikan kepercayaan yang sangat besar kepada NU. Presiden mengakui bahwa negara butuh bantuan moral dari ulama. Ini adalah kehormatan besar sekaligus ujian. Kita harus memastikan semua program bantuan, seperti modal usaha pesantren (pesantrenpreneur), ketahanan pangan, dan beasiswa pendidikan, benar-benar sampai ke masyarakat bawah,” ujar Abdul Jabar dalam keterangan tertulisnya hari ini, Senin (31/8/2026).

Baca : Aktivis Tangerang Apresiasi Dan Dukung Gerakan Ampb, Sebut Mas Botok Simbol Perlawanan Rakyat Dari Daerah

Menurut Jabar, terpilihnya 9 Kiai Sepuh sebagai tim penentu (AHWA) termasuk kiai karismatik seperti KH Nurul Huda Djazuli, KH Anwar Manshur, dan Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj menjadi bukti bahwa NU selalu mengutamakan akhlak dan adab santri di atas segalanya. Kehadiran para kiai sepuh ini berhasil membuat suasana Muktamar kembali sejuk dan damai.

Dalam acara penutupan Muktamar hari ini, Presiden RI Prabowo Subianto yang hadir langsung juga memberikan sambutan penting. Presiden menegaskan bahwa pemerintah sama sekali tidak melakukan intervensi atau ikut campur dalam pemilihan pengurus PBNU yang baru. Selain menerima Kartu Anggota NU (KARTANU) seumur hidup, Presiden juga menyampaikan komitmennya untuk fokus memperkuat ekonomi rakyat, membenahi performa BUMN, meningkatkan efisiensi anggaran, serta menjaga kedaulatan ekonomi nasional tanpa ketergantungan pada utang luar negeri seperti IMF.

Menghadapi masa depan organisasi setelah penutupan ini, Abdul Jabar mengingatkan bahwa kekompakan di dalam tubuh NU adalah harga mati. Langkah awal yang paling penting bagi Kiai Miftah dan Gus Kikin adalah segera merangkul kembali para tokoh kiai yang kemarin menjadi pesaing, seperti KH Yahya Cholil Staquf dan KH Zulfa Mustofa. Perbedaan pilihan selama Muktamar harus dilupakan agar tidak ada perpecahan di tingkat bawah.

Baca juga : Usung Konsep “Rapat & Ngopi”, PC IPNU IPPNU Kota Tangerang Matangkan Program Kerja di Gedung MUI

“Susunan pengurus PBNU yang baru harus merangkul semua pihak yang punya kemampuan terbaik. Kita butuh kerja sama yang cepat dan keterbukaan. Tujuannya agar semua program bantuan tidak mandek di Jakarta, melainkan mengalir lancar sampai ke tingkat pengurus kabupaten (PCNU), kecamatan (MWCNU), hingga ke ranting-ranting di tingkat desa,” tambah Jabar.

Sebagai penutup, mantan Ketua IPNU Banten ini menyampaikan ucapan selamat dan doa tulusnya untuk duet pemimpin baru PBNU:

“Selamat dan sukses atas terpilihnya KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, kesehatan, dan keberkahan dalam mengemban amanah besar ini. Saatnya bersatu kembali, merajut ukhuwah dari pusat hingga ke tingkat ranting desa, demi menjaga marwah ulama dan mengawal kemaslahatan umat serta bangsa.”