Desa Sukaharja Perkuat Desa Siaga TB, Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Berita26 Dilihat

Tintaindonesia.id, Kabupaten Tangerang — Upaya mempercepat eliminasi Tuberkulosis (TB) di Kabupaten Tangerang terus diperkuat melalui gerakan Desa Siaga TB. Desa Sukaharja, Kecamatan Sindang Jaya, menjadi salah satu ruang untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, organisasi masyarakat, dan masyarakat dalam penanggulangan TB berbasis komunitas.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), FISR, Kepala Dinas kesehatan Provinsi Banten Dr. dr. Hj. Ati Pramudji Hastuti, M.A.R.S Bupati Kabupaten Tangerang Drs. H. Mochamad Maesyal Rasyid, M.Si. jajaran pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader, serta berbagai unsur masyarakat.

Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus menilai penguatan Desa/Kelurahan Siaga TB dapat menjadi bagian penting dalam menggerakkan masyarakat untuk mempercepat penemuan dan penanganan kasus TBC. Keterlibatan masyarakat juga penting untuk mendukung deteksi dini serta memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas.

Sementara itu, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid terus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam penanggulangan TB. Pemerintah daerah menilai peran desa, kader, tenaga kesehatan, dan masyarakat sangat penting untuk memperkuat upaya penemuan kasus, edukasi, pendampingan pasien, serta pencegahan penularan.

Baca : Semarak HUT RI ke-81, SMA Negeri 2 Kota Serang Gelorakan Semangat Kemerdekaan

Turut hadir Yayasan Tunas Banten Pratama (TBP) Kabupaten Tangerang, yang dipimpin oleh Mukopit selaku Ketua TBP Kabupaten Tangerang, sebagai bagian dari unsur masyarakat yang mendukung penguatan Desa Siaga TB.

Momentum tersebut juga menjadi perhatian bagi Yayasan Tunas Banten Pratama (TBP) Kabupaten Tangerang. Ketua TBP Kabupaten Tangerang, Mukopit, mengatakan pihaknya melihat peluang kolaborasi yang cukup besar dalam memperkuat peran masyarakat. keterlibatan organisasi masyarakat dapat membantu memperluas jangkauan edukasi dan pemberdayaan hingga tingkat keluarga dan lingkungan.

“Desa Siaga TB harus menjadi gerakan yang nyata di masyarakat. Kami melihat ada ruang kolaborasi dalam edukasi, penguatan kader dan relawan, serta pengurangan stigma terhadap pasien TB,” ujar Mukopit.

Baca juga :Membaca Pesan Persatuan Indonesia dari Busana Aceh Sufmi Dasco Ahmad

Penguatan Desa Siaga TB diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan berkelanjutan dengan keterlibatan aktif masyarakat.

Sinergi antara Kementerian Kesehatan RI, Pemerintah Kabupaten Tangerang, pemerintah desa, Puskesmas, kader, Yayasan Tunas Banten Pratama, organisasi masyarakat, komunitas, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya menuju eliminasi TB.

Dari desa, masyarakat bergerak untuk menemukan, mendampingi, mencegah, dan bersama-sama memutus mata rantai penularan TB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *