Dinilai Berpengalaman dan Komunikatif, Zamaludin Disebut Layak Pimpin DPRD Kota Tangerang

Berita127 Dilihat

Tintaindonesia.id, Tangerang – Menyikapi proses pengisian jabatan Ketua DPRD Kota Tangerang pasca wafatnya almarhum Rusdi Alam, Mantum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tangerang menyampaikan pandangannya terkait sosok yang dinilai paling tepat untuk melanjutkan kepemimpinan DPRD Kota Tangerang.

Delapan kader yang masuk dalam bursa calon Ketua DPRD Kota Tangerang yakni Zamaludin, Supiani, Samsuni, Andi Maulana, Kosasih, Wawan Setiawan, Mustofa Kamaludin, dan Saiful Milah.

Dari delapan nama tersebut, sosok Zamaludin menjadi salah satu kandidat yang menarik perhatian publik. Selain merupakan anggota DPRD Kota Tangerang, Zamaludin juga merupakan salah satu kader senior. Ia lahir pada 1 Februari 1961 dan kini berusia 65 tahun.

Pengalaman di internal partai serta jam terbang sebagai legislator menjadi modal yang dimilikinya dalam mengikuti proses seleksi tersebut.

Zamaludin bahkan mengaku dirinya sangat siap mengikuti proses pencalonan Ketua DPRD Kota Tangerang. Ia mengatakan keputusannya untuk maju bukan semata-mata karena mengejar jabatan, melainkan karena merasa memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan kerja kelembagaan DPRD.

Baca juga : Andri Dorong Porseni Basket Jadi Wadah Regenerasi Atlet Muda

“Kalau saya ditanya kenapa ikut dalam proses ini, karena saya merasa sebagai kader partai dan anggota DPRD punya tanggung jawab. Setelah almarhum Pak Rusdi Alam meninggal dunia, tentu harus ada yang melanjutkan tugas-tugas kelembagaan DPRD,” ujar Ketua Harian DPD Partai Golkar Kota Tangerang ini kepada awak media, Kamis (13/8).

Menurutnya, pengalaman yang selama ini dimiliki menjadi salah satu alasan dirinya berani mengambil sikap untuk mengikuti proses seleksi.

“Saya merasa punya pengalaman, baik di organisasi maupun di legislatif. Pengalaman itu tentu bisa menjadi bekal kalau nantinya saya dipercaya untuk memimpin DPRD,” katanya.

Meski demikian, mantan Sekretaris DPD Golkar 2 periode ini menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin menjadikan senioritas sebagai alasan untuk merasa paling berhak menduduki kursi Ketua DPRD. Menurutnya, keputusan tetap menjadi kewenangan partai melalui mekanisme yang telah ditentukan.

“Senioritas bagi saya bukan berarti merasa paling berhak. Itu hanya salah satu bagian dari pengalaman yang bisa menjadi pertimbangan. Semua kader yang masuk bursa tentu memiliki kapasitas dan kelebihan masing-masing,” ujarnya.

Ia mengatakan siap bersaing secara sehat dengan beberapa kader lainnya yang juga masuk dalam bursa.

“Saya menghormati semua teman-teman yang masuk dalam proses ini. Kita sama-sama kader Golkar dan sama-sama memiliki tanggung jawab terhadap partai serta masyarakat Kota Tangerang,” tutur Ketua Badan Kehormatan DPRD Kota Tangerang tersebut.

Dalam proses seleksi, DPD Golkar menggunakan sejumlah indikator untuk menentukan tiga nama yang nantinya akan disampaikan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

Penilaian mencakup kapasitas, kapabilitas, senioritas serta kriteria PDLT, yakni Prestasi, Dedikasi, Loyalitas dan Tidak Tercela.

Menurut Zamaludin, kriteria tersebut merupakan hal yang positif karena Ketua DPRD nantinya tidak hanya dituntut mampu menjalankan fungsi politik, tetapi juga harus mampu memimpin lembaga legislatif secara kelembagaan.

“Kalau bicara kriteria, tentu saya menyerahkan kepada tim seleksi. Yang jelas, kapasitas, kapabilitas, pengalaman, loyalitas dan rekam jejak harus menjadi pertimbangan,” jelas pria yang pernah menjabat Ketua Fraksi DPRD Kota 2019-2024 ini.

Ia pun menyatakan siap apabila nantinya mendapatkan kepercayaan dari DPP Partai Golkar. Namun, apabila keputusan partai justru menetapkan nama lain, Zamaludin mengaku akan tetap menghormati keputusan tersebut.

“Kalau dipercaya, saya siap menjalankan amanah. Tetapi kalau keputusan partai menunjuk kader yang lain, saya juga harus menghormati dan mendukung keputusan tersebut. Karena bagi saya, kepentingan partai dan masyarakat lebih utama daripada kepentingan pribadi,” tegas Anggota Banggar DPRD Kota Tangerang ini.

Baca juga : Komisi I DPRD Tangerang Mediasi Polemik Pemilihan RW 01 Uwung Jaya

Di kesempatan berbeda, Aktivis sekaligus Mantum Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tangerang 2018-2019, Tiba Yuda Laksana membeberkan bahwa sosok H. Zamaludin merupakan salah satu figur yang cukup layak diperhitungkan dalam proses tersebut.

Menurut Tiba, Pengalaman yang dimiliki oleh H. Zamaludin di DPD Partai Golkar Kota Tangerang tidak dapat diragukan lagi, secara hirarki kepemimpinan beliau pernah menjadi Sekjen partai Golkar Kota Tangerang selama dua periode.

Selain itu beliau sangat lah senior kiprahnya dipartai Golkar Kota Tangerang, hal ini menjadi penilaian penting dalam tahapan seleksi menjadi Ketua Dewan, walau pun senior beliau sangatlah open atau terbuka kepada para pemuda dan selalu menjaga komunikasi dengan baik. Tentu ini lah point lebih, yang dimiliki oleh H Zamaludin, karena modal dasar dari kepemimpinan adalah komunikasi yang baik serta mampu mengkoordinasikan jobdes

Dan beliau pun tetap menjaga sportivitas pada saat pemilihan Ketua DPRD kemarin, dan menjaga kehangatan serta kondusifitas di internal partai

“Sewatu saya masih menjadi Ketua Umum HMI tahun 2018 di Kota Tangerang, beliau sangat terbuka untuk berdiskusi, dan mampu bergaul dengan para senior baik di HMI maupun dipartai golkar itu sendiri” ujar mantan ketua Umum HMI Cabang Tangerang periode 2018-2019

“Menurut saya H Zamaludin sangat layak menjadi ketua Dewan Kota Tangerang menggantikan almarhum senior kami yaitu H Rusdi Alam”