Jelang Muktamar NU Ke-35, Ketua MA IPNU Banten: Persatuan Dan Kaderisasi Lebih Urgent Dari Perebutan Jabatan

Berita101 Dilihat

Tintaindonesia.id, Serang — Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, Majelis Alumni IPNU wilayah Banten menegaskan persatuan jam’iyah dan penguatan kaderisasi harus menjadi prioritas utama. Bukan sekadar kontestasi jabatan di tubuh PBNU, Sabtu (8/8/2026).

Hal itu disampaikan Abdul Jabar, Ketua Majelis Alumni IPNU Banten, dalam menanggapi Silatnas Majelis Alumni IPNU 2026 yang digelar di The Grove Suites by Grand Aston, Jakarta Selatan, Kamis 7 Agustus 2026.

Silatnas tahun ini mengusung tema “Kepemimpinan NU yang Adaptif Terhadap Perubahan Sosial: Revitalisasi Spirit Al-Muhafazhah ala al-Qadim al-Sholih wa al-Akhdhu bi al-Jadid al-Ashlah”. Diskusi panel menghadirkan KH. Nasaruddin Umar, KH. Zulfa Mustofa, KH. Abdul Hakim Mahfudz, KH. Yusuf Chudori, KH. Abdul Ghaffar Rozin, KH Abdussalam Sochib, H. Gudfan Arif Ghofur, KH. Masykuri Abdillah, Hery Haryanto Azumi, KH. Marsudi Syuhud, hingga Ketua Umum PP MA IPNU Prof. Dr. H. M. Asrorun Ni’am Sholeh.

Baca : NDP dalam Arus Industrialisasi: Menjaga Tauhid Sosial demi Kedaulatan Ekologi

“Silatnas ini mengingatkan kita bahwa Muktamar bukan panggung rebutan kursi. Ini forum untuk merumuskan arah NU 5 tahun ke depan. Jangan sampai energi kita habis untuk polarisasi, sementara tantangan umat di Banten dan nasional justru semakin kompleks,” ujar Abdul Jabar.

Ia menambahkan, NU di daerah saat ini menghadapi tiga tantangan besar: melemahnya kaderisasi di basis pelajar dan mahasiswa, masuknya pengaruh politik transaksional, serta kebutuhan kepemimpinan yang adaptif terhadap perubahan sosial.

“Kita butuh pemimpin yang tidak hanya punya kapasitas, tapi juga rekam jejak pengabdian. Jabatan di NU itu amanah, bukan hadiah. Siapa pun yang terpilih nanti, baik Rais Aam maupun Ketua Umum Tanfidziyah, harus menguatkan satu sama lain, bukan dipertentangkan,” tegasnya.

Baca juga : Jum’at Berkah di SMA Negeri 2 Kota Serang: Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian Bersama

Senada dengan semangat Silatnas, MA IPNU Banten mendorong agar Muktamar ke-35 memperkuat peran IPNU-IPPNU sebagai basis kaderisasi NU di perguruan tinggi dan pesantren. Di Banten, penguatan komisariat IPNU di kampus dan madrasah dinilai penting agar kader NU punya militansi dan loyalitas yang terjaga dari tingkat desa hingga pusat.

“Yang kita lawan itu politik uang dan transaksi kekuasaan, bukan musyawarahnya. Mari jaga Muktamar tetap jujur, terbuka, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Persatuan itu lebih penting dari perebutan jabatan,” pungkasnya.

Silatnas MA IPNU 2026 menjadi ruang konsolidasi alumni IPNU se-Indonesia untuk menyamakan sikap menjelang Muktamar NU. Dengan semangat menjaga marwah jam’iyah, alumni diharapkan menjadi penjaga nilai agar NU tetap istiqamah melayani bangsa tanpa terjebak kepentingan pragmatis.