Polemik IKA UIN Banten, Robi Priyanta Kritik Sikap Rektor yang Dinilai Tidak Netral

Berita253 Dilihat

Tintaindonesia.id, Serang – Menanggapi polemik Musyawarah Nasional (Munas) IKA UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, alumni muda UIN SMH Banten yang juga mantan Wakil Ketua Senat Universitas, Robi Priyanta, menyampaikan pandangannya terkait dinamika yang berkembang di tubuh organisasi alumni tersebut, Senin (18/5/2026).

Robi menilai pernyataan yang menyebut Bahrul Ulum sebagai ketua “abal-abal” merupakan tuduhan yang keliru dan tidak berdasar. Menurutnya, justru yang patut dipertanyakan adalah Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan oleh Rektor UIN SMH Banten kepada Husni Mubarak.

“SK yang dikeluarkan itu sangat tidak mendasar. Sangat disayangkan sikap rektor yang seharusnya menjadi figur pemersatu dan mampu mengakomodasi seluruh elemen serta berbagai golongan di lingkungan UIN, namun justru terkesan bertindak sembrono,” ujar Robi.

Baca : Bentengi Remaja dari Kenakalan, PAC IPNU-IPPNU Karang Tengah Resmi Dilantik

Ia juga menilai sikap rektor terkesan tidak netral dalam menyikapi dinamika organisasi alumni. Bahkan, menurutnya, langkah tersebut memunculkan dugaan adanya kepentingan tertentu di balik penerbitan SK tersebut.

“Rektor seharusnya berada pada posisi netral, bukan justru terkesan berpihak kepada salah satu kubu. Sikap seperti ini dapat mencederai nilai demokrasi di lingkungan kampus,” lanjutnya.

Robi menegaskan bahwa pelaksanaan Munas IKA UIN berlangsung secara terbuka dan diketahui luas oleh para alumni. Menurutnya, informasi kegiatan telah disebarkan jauh hari sebelum pelaksanaan melalui berbagai media publikasi, sehingga seluruh alumni memiliki kesempatan untuk hadir dan berpartisipasi.

“Antusiasme alumni yang hadir sangat besar, mulai dari angkatan 1972 hingga 2021. Itu menunjukkan forum Munas berlangsung representatif dan sah karena melalui mekanisme pemilihan yang jelas,” katanya.

Ia juga membandingkan dengan pihak lain yang, menurutnya, tidak melaksanakan Munas secara terbuka sebagaimana mestinya. Karena itu, Robi menilai hasil Munas yang menetapkan Bahrul Ulum sebagai Ketua Umum IKA UIN SMH Banten merupakan keputusan yang sah dan legitimate.

Baca juga : Pemasangan Pipa PDAM di Jalur Sepatan–Rajeg Picu Kemacetan Parah, Warga Keluhkan Proyek “Grasah-Grusuh”

Selain itu, Robi membantah anggapan bahwa terpilihnya Bahrul Ulum akan memecah belah alumni UIN. Sebaliknya, ia menilai forum Munas justru menjadi ruang demokrasi yang terbuka bagi seluruh alumni lintas golongan untuk menentukan arah organisasi ke depan.

“Menurut saya, terpilihnya Bahrul Ulum sudah sangat tepat. Beliau memiliki kapasitas, pengalaman, serta posisi strategis di Banten. Ketokohannya juga sudah dikenal luas,” ungkapnya.

Robi berharap, di bawah kepemimpinan Bahrul Ulum, organisasi alumni UIN SMH Banten dapat semakin solid dan mampu menjadi wadah distribusi peran alumni di berbagai bidang, sebagaimana disampaikan dalam pidato Ketua Umum terpilih saat Munas berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *