Cuaca Terasa Semakin Panas dan Gerah, Ini Penjelasan BMKG

Berita617 Dilihat

Tintaindonesia.id, Jakarta – Kondisi cuaca yang terasa semakin panas dan gerah belakangan ini menjadi keluhan banyak masyarakat di berbagai daerah. Menanggapi hal tersebut, BMKG memberikan penjelasan terkait penyebab fenomena tersebut, Jum’at (20/3/2026).

Menurut BMKG, rasa panas yang dirasakan masyarakat bukan sekadar persepsi, melainkan dipengaruhi oleh faktor alamiah yang terjadi di atmosfer. Kondisi ini lazim terjadi pada periode tertentu dalam siklus iklim di wilayah tropis.

Salah satu faktor utama adalah pergerakan semu tahunan Matahari. Dalam periode ini, posisi Matahari tampak berpindah dari selatan ke utara dan melintasi garis khatulistiwa, termasuk wilayah Indonesia.

Baca : Malam Takbiran, Sudirman–Thamrin Ditutup Mulai Sore Hari untuk Car Free Night

Ketika Matahari berada tepat di atas wilayah Indonesia, intensitas sinar yang diterima permukaan bumi menjadi lebih tinggi. Hal ini membuat suhu udara terasa lebih menyengat dibandingkan hari-hari biasa.

Selain itu, kondisi langit yang cenderung cerah dengan sedikit awan turut memperkuat efek panas. Minimnya awan menyebabkan radiasi Matahari langsung mencapai permukaan bumi tanpa banyak hambatan.

Fase peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau juga berperan dalam meningkatkan rasa gerah. Pada masa ini, tingkat kelembapan udara masih relatif tinggi, sehingga membuat tubuh terasa lebih panas dan tidak nyaman.

Baca juga : ‎Sambut Dies Natalis ke-72, GMNI Kota Tangerang Gelar Bukber dan Santunan Yatim Di Bulan Ramadhan 1447 H

BMKG menegaskan bahwa fenomena ini bukanlah gelombang panas ekstrem. Kondisi tersebut masih dalam kategori normal dan sering terjadi setiap tahun di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia.

Meski tergolong wajar, masyarakat tetap diimbau untuk menjaga kesehatan selama cuaca panas berlangsung. Upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan memperbanyak minum air putih, menghindari paparan sinar Matahari secara langsung, serta mengurangi aktivitas berat di siang hari.

Dengan memahami penyebab kondisi cuaca yang terasa panas ini, masyarakat diharapkan dapat lebih siap beradaptasi. Kesadaran terhadap kondisi lingkungan juga penting untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *