Aktivis Perempuan: Angin Segar Provinsi Banten di Bawah Kepemimpinan Andra Soni

Berita130 Dilihat

Tintaindonesia.id, Banten — Kepemimpinan Gubernur Banten Andra Soni dinilai menghadirkan arah baru pembangunan daerah yang lebih progresif, responsif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Sejumlah program unggulan yang direalisasikan secara konkret, mulai dari perbaikan infrastruktur dari desa hingga kebijakan pendidikan gratis bagi anak-anak Banten, menjadi indikator kuat hadirnya pemerintahan yang tidak hanya merancang kebijakan, tetapi memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, Senin (9/2/2026).

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Ratu Nisya Yulianti, Aktivis Perempuan Banten sekaligus Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi Politik. Menurutnya, gaya kepemimpinan Andra Soni mencerminkan praktik tata kelola pemerintahan yang menempatkan rakyat sebagai pusat kebijakan (people-centered governance).

“Dalam perspektif kebijakan publik, pembangunan infrastruktur dari desa ke desa bukan semata proyek fisik, melainkan strategi struktural untuk membuka akses ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan mobilitas sosial. Ini adalah wujud nyata kepemimpinan yang fokus bekerja untuk rakyat,” ujar Ratu Nisya.

Ia menjelaskan bahwa infrastruktur desa memiliki korelasi langsung dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ketika jalan, jembatan, dan fasilitas publik diperbaiki, maka distribusi sumber daya menjadi lebih merata dan kesenjangan antarwilayah dapat ditekan secara sistematis.

Baca : Menagih Nurani di Tengah Ambisi: Mengapa Wacana Dua Periode Adalah “Lonceng Kematian” Empati Elite?

Selain infrastruktur, Ratu Nisya menilai program pendidikan gratis yang direalisasikan Pemerintah Provinsi Banten sebagai langkah visioner dan berkeadilan. Pendidikan, dalam kerangka pembangunan manusia, merupakan instrumen paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan dan ketimpangan sosial.

“Kebijakan pendidikan gratis bukan hanya kebijakan populis, tetapi kebijakan strategis. Negara hadir memastikan bahwa setiap anak Banten, tanpa melihat latar belakang ekonomi, memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti aksi cepat tanggap Gubernur Andra Soni dalam merespons berbagai persoalan masyarakat. Kecepatan pengambilan keputusan dan kehadiran langsung negara dalam situasi krisis dinilai sebagai bentuk kepemimpinan yang adaptif dan komunikatif.

“Dalam kajian komunikasi politik, responsivitas pemerintah membangun legitimasi dan kepercayaan publik. Kepemimpinan Andra Soni menunjukkan bahwa negara tidak boleh absen saat rakyat menghadapi persoalan, sekecil apa pun itu,” jelas Ratu Nisya.

Baca juga : Social Volunteering Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UMB Edukasi Remaja Hindari FOMO Secara Sehat

Sebagai aktivis perempuan, Ratu Nisya menekankan pentingnya keberlanjutan arah kebijakan yang inklusif dan berkeadilan, terutama bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan. Ia memandang bahwa pembangunan yang berorientasi pada rakyat harus disertai dengan sensitivitas sosial dan keberpihakan moral.

“Kepemimpinan daerah hari ini adalah fondasi kepemimpinan nasional di masa depan. Ketika Banten dibangun dengan prinsip keadilan, keberpihakan, dan kerja nyata, maka Banten sedang memberi kontribusi penting bagi Indonesia,” ungkapnya.

Menurut Ratu Nisya, spirit “Dari Banten Untuk Indonesia” tercermin dari keberanian menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat, memperkuat sumber daya manusia, serta membangun kepercayaan publik melalui kerja nyata, bukan sekadar retorika.

“Banten tidak hanya sedang membangun daerahnya, tetapi sedang menyiapkan teladan kepemimpinan. Fokus bekerja untuk rakyat adalah pesan politik paling jujur yang bisa disampaikan kepada Indonesia,” pungkasnya.