Social Volunteering Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UMB Edukasi Remaja Hindari FOMO Secara Sehat

Berita, Pendidikan139 Dilihat

Tintaindonesia.id, Purwakarta — Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Angkatan 45 dan 46 melaksanakan kegiatan social volunteering di SMA Negeri 1 Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 6-7 Februari dan mengangkat tema “Cara Sehat Hindari Fear of Missing Out (FOMO) bagi Remaja” dan melibatkan siswa-siswi kelas XII.6 dan XII.4 dengan jumlah peserta sebanyak 38 orang.

Kegiatan ini terbagi beberapa kelompok salah satunya Kelompok 5 yang terdiri atas mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana, yakni Endang Suhendar, Anastasius Alexandrow Tuhumena, Perdana Kusuma, Muhammad Guntur Adhitama, Rozanska Audrey Vieradiny, Evelyn Friscilla Christy, dan Mutiara Chalisha Rosyadi.

Baca : IHSG Tertekan 2,08 Persen, Gagal Bertahan di Level 8.000

Kegiatan social volunteering ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan literasi digital remaja terhadap fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang semakin marak di era media sosial. FOMO merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan rasa takut tertinggal informasi, tren, atau aktivitas sosial, yang berpotensi memengaruhi kesehatan mental, pola pikir, serta perilaku sosial remaja.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa Kelompok 5 menyampaikan materi secara interaktif melalui pemaparan konsep FOMO, diskusi kelompok, serta sesi tanya jawab dengan para siswa. Materi yang disampaikan mencakup pengertian FOMO, faktor penyebab, dampak psikologis dan sosial, serta strategi praktis untuk mengelola penggunaan media sosial secara sehat.

Dosen pembimbing kegiatan, Dr. Henni Gusfa, M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan social volunteering ini merupakan bentuk implementasi peran akademisi dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Edukasi literasi digital menjadi penting agar remaja mampu bersikap kritis, bijak, dan sehat dalam menghadapi arus informasi digital,” ujarnya.

Perwakilan Kelompok 5 menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman baru bagi siswa tentang pentingnya kesadaran diri dalam menggunakan media sosial.

Baca juga : Senjakala Intelektual HMI: Menjemput Fajar atau Memeluk Malam?

“Remaja perlu memahami bahwa tidak semua tren harus diikuti. Sikap selektif dan pengelolaan diri yang baik menjadi kunci untuk terhindar dari dampak negatif FOMO,” ungkapnya.

Kegiatan ini disambut antusias oleh siswa-siswi SMA Negeri 1 Jatiluhur. Para peserta aktif berpartisipasi dalam diskusi dan berbagi pengalaman terkait penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa mampu menerapkan pola komunikasi yang sehat, membangun kepercayaan diri, serta mengembangkan sikap kritis terhadap informasi di media digital.

Kegiatan social volunteering ini menjadi wujud nyata komitmen mahasiswa Universitas Mercu Buana dalam mengintegrasikan ilmu komunikasi dengan praktik sosial, sekaligus memperkuat peran pendidikan tinggi dalam membangun literasi digital dan kesehatan mental remaja di era digital.