Himpunan Mahasiswa Islam yang ke-79: Merawat gagasan dan Menjawab Tantangan Zaman

Opini60 Dilihat

Oleh : Muhammad Yunus
Kader HMI Kabupaten Tangerang

Tintaindonesia.id, Opini — Memasuki usia ke-79 tahun, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berada pada satu titik balik sejarah yang penting. Bukan hanya soal usia, melainkan tentang kemampuan menjaga relevansi di tengah perubahan yang semakin kompleks. Dies Natalis tahun ini menjadi refleksi mendalam tentang seberapa jauh HMI masih konsisten pada ide besar dan seberapa jauh anggotanya siap menghadapi tantangan masa kini dan masa depan.
Tantangan bagi kader HMI saat ini tidak lagi mudah.

Dalam situasi ini, HMI diharapkan kembali memposisikan diri sebagai ruang pembentukan karakter, bukan sekadar ruang kompetisi jabatan semata.
Di sisi lain, perkembangan digital dan banjir informasi menghadirkan tantangan intelektual yang tidak kecil. Kader HMI diharapkan tetap kritis di tengah berabungnya opini, hoaks, dan polarisasi yang memecah masyarakat.

Baca : Ratusan Warga Kabupaten Serang Masih Bertahan di Pengungsian Akibat Banjir

Tradisi berpikir mendalam, membaca realitas secara utuh, dan menulis sebagai bentuk tanggung jawab intelektual perlu dihidupkan kembali, terutama di lingkup terkecil seperti Komisariat.

Tantangan berikutnya adalah mempertahankan nilai keislaman di tengah krisis keteladanan moral. Kader HMI hari ini menghadapi godaan dalam mempertahankan nilai, normalisasi ketidakadilan, serta sikap permisif terhadap penyalahgunaan kekuasaan. Pada titik ini, HMI diharapkan mampu melahirkan kader yang berani berbeda, berani jujur, dan berani mengambil sikap meski tidak popular.
Natalis ke-79 juga dianggap sebagai upaya untuk memperkuat kembali peran HMI sebagai rumah ide dan pusat kaderisasi.

HMI harus mampu menghasilkan gagasan-gagasan transformasi yang menyelesaikan tantangan realitas bangsa, mulai dari kualitas demokrasi, keadilan sosial, ekonomi umat, hingga keberlanjutan lingkungan. Tanpa keberanian berpikir dan konsistensi bergerak, HMI berisiko kehilangan daya dorongannya dalam sejarah.

Baca juga : Pemerintah Bahas Rencana Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden AS Donald Trump Terkait Tarif Dagang

Pada usia ke-79 ini, harapan besar terus diberikan agar HMI tetap setia pada nilai dasar perjuangan, namun mampu bersikap adaptif terhadap perubahan zaman.

Merawat tradisi intelektual, memperkuat spiritualitas, dan menghadirkan keberpihakan nyata kepada masyarakat menjadi jalan untuk memastikan HMI tetap relevan dan bermakna.

DIES Natalis ke-79 bukan hanya upacara seremonial, tetapi juga seruan ideologis bagi seluruh kader untuk kembali pada tujuan awal, memperbarui semangat perjuangan, dan meneguhkan peran HMI sebagai penjaga nurani umat dan bangsa.
Yakin Usaha Sampai. Jayalah HMI!