Ratusan Warga Kabupaten Serang Masih Bertahan di Pengungsian Akibat Banjir

Berita195 Dilihat

Tintaindonesia.id, Kabupaten Serang – Sebanyak 201 kepala keluarga (KK) atau 871 jiwa warga Kabupaten Serang hingga kini masih mengungsi setelah banjir yang melanda sejumlah wilayah di daerah tersebut. Kondisi ini berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Selasa (3/2/2026).

Dampak banjir masih terasa di tiga kecamatan, yakni Carenang, Binuang, dan Tanara, meskipun sebagian besar wilayah lainnya kini mulai berangsur pulih. BPBD mencatat ketinggian muka air di lokasi terdampak bervariasi dan masih menghambat aktivitas warga.

Di beberapa titik, warga yang terdampak telah melakukan evakuasi mandiri, dengan memilih tinggal di rumah kerabat ataupun lokasi yang dianggap lebih aman. Di sejumlah kecamatan, sebagian pengungsi bahkan sudah kembali ke rumah masing-masing.

Baca : Pemerintah Bahas Rencana Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden AS Donald Trump Terkait Tarif Dagang

Tingginya muka air banjir di wilayah terdampak mencapai antara 5 hingga 70 sentimeter, tergantung lokasi. Di Kecamatan Tanara, banjir mencapai 15–60 cm di beberapa kampung, sementara di Kecamatan Carenang air banjir berada pada kisaran 5–70 cm.

Di Kecamatan Binuang, beberapa titik seperti Kampung Kuranji dan Kampung Kawaran menunjukkan tinggi muka air antara 5–40 cm. Meski begitu, sejumlah warga masih memilih bertahan di lokasi pengungsian karena air yang masih menggenang.

Pos pengungsian tersebar di beberapa titik, termasuk di Perumahan Grand Mekarsari, Desa Mekarsari, yang menampung ratusan jiwa. Sementara itu, pengungsi di Binuang dan Tanara juga tersebar di kampung-kampung terdampak.

Baca juga : Rapimnas IPNU 2026, PP IPNU Gelar Seminar Koperasi Merah Putih untuk Anak Muda NU

BPBD setempat terus memantau perkembangan situasi dan tetap mengingatkan warga terkait potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi sesuai peringatan dini dari BMKG Banten. Cuaca buruk yang dapat disertai hujan lebat, kilat/petir, dan angin kencang berpeluang meluas ke wilayah sekitar termasuk Kabupaten Serang.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus berupaya melakukan pemantauan situasi, evakuasi, dan dukungan kebutuhan dasar bagi warga terdampak, sambil menunggu kondisi wilayah benar-benar kondusif agar aktivitas warga dapat segera kembali normal.