Pelajar Islam Indonesia Jakarta Raya melakukan Doa Bersama untuk Korban Bencana Sumatera

Berita632 Dilihat

Tintaindonesia.id, Jakarta — Sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana alam yang melanda wilayah Sumatera, Peserta Konvensional Intermediate Training Pelajar Islam Indonesia (PII) menyelenggarakan kegiatan “Menyuarakan Isu Banjir dan Longsor Sumatera serta Doa Bersama untuk Korban Banjir Sumatera”, Rabu (31/12/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik serta menumbuhkan rasa empati dan solidaritas terhadap saudara-saudara kita yang terdampak bencana banjir dan longsor.

Bencana banjir dan longsor yang terjadi di berbagai daerah di Sumatera telah menimbulkan dampak serius, mulai dari kerusakan lingkungan, kehilangan harta benda, hingga terganggunya aktivitas dan kehidupan masyarakat.

Baca : Waktu Tinggal Hitungan Hari, Pemkot Tangerang Kejar Serapan Anggaran 2025 yang Masih 81 Persen

Melalui kegiatan ini, Peserta Intermediate Training Pelajar Islam Indonesia berupaya menyuarakan kondisi darurat yang tengah dialami masyarakat Sumatera agar mendapat perhatian yang lebih luas dari masyarakat dan pemangku kepentingan terkait.

Rangkaian kegiatan diisi dengan penyampaian orasi kemanusiaan, penyebaran informasi mengenai dampak bencana, serta doa bersama sebagai bentuk dukungan moral dan spiritual bagi para korban banjir dan longsor. Doa bersama ini menjadi simbol harapan agar para korban diberikan kekuatan, ketabahan, serta keselamatan, dan agar wilayah terdampak dapat segera pulih dari dampak bencana.

Baca juga : Tabrakan Beruntun Trailer di Jakut, Sopir Bajaj Terjepit dan Dilarikan ke Rumah Sakit

Kegiatan ini juga menjadi ajakan terbuka kepada seluruh elemen masyarakat untuk turut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan, baik melalui doa, kepedulian sosial, penyebaran informasi, maupun bantuan nyata bagi para korban bencana di Sumatera.

Melalui terselenggaranya kegiatan ini, Peserta Intermediate Training Pelajar Islam Indonesia berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial. Semangat gotong royong dan kemanusiaan diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam membantu masyarakat Sumatera bangkit dari musibah yang terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *