Saham RLCO Melejit 950 Persen dalam Sebulan, Antrean Beli Menggunung di Level ARA

Ekonomi347 Dilihat

Tintaindonesia.id, Jakarta – Saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) mencatatkan lonjakan signifikan dalam perdagangan Bursa Efek Indonesia. Pada penutupan perdagangan terakhir, harga saham RLCO berada di level 1.765, mengalami kenaikan tajam dalam periode satu bulan terakhir, Selasa (30/12/2025).

Berdasarkan data perdagangan, saham RLCO melonjak hingga +950,60 persen dalam sebulan, menunjukkan minat pasar yang sangat kuat terhadap emiten yang bergerak di sektor makanan dan minuman tersebut. Kenaikan ini menempatkan RLCO sebagai salah satu saham dengan performa terbaik dalam jangka pendek.

Pada sesi perdagangan berjalan, RLCO dibuka di harga 1.765 dan bergerak stabil tanpa mengalami fluktuasi harga harian. Harga tertinggi dan terendah tercatat berada di level yang sama, mencerminkan dominasi antrean beli di pasar.

Volume transaksi RLCO tercatat cukup aktif dengan total perdagangan mencapai sekitar 37,35 ribu lot, dengan nilai transaksi menembus Rp6,59 miliar. Rata-rata harga perdagangan juga berada di level 1.765, mengindikasikan konsistensi minat investor.

Dari sisi order book, antrean beli (bid) terlihat sangat dominan. Tercatat terdapat sekitar 285.281 lot pada harga bid 1.765, sementara antrean jual (ask) relatif tipis, hanya sekitar 110 lot di level harga yang lebih rendah.

Saham RLCO juga tercatat menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) di level 1.765, sementara batas Auto Rejection Bawah (ARB) berada di harga 1.445. Kondisi ini menandakan tekanan beli yang kuat dari pelaku pasar.

Indikator aktivitas perdagangan menunjukkan nilai IEP (Indicative Equilibrium Price) berada di harga 1.765 dengan kenaikan +160 poin atau +9,97 persen, sementara IEV (Indicative Equilibrium Volume) tercatat sebesar 3.500 lot.

Kinerja saham RLCO yang melonjak tajam ini memicu perhatian investor ritel dan pelaku pasar, seiring spekulasi terhadap prospek bisnis dan sentimen positif yang menyelimuti emiten tersebut. Namun demikian, investor tetap diimbau untuk mencermati risiko volatilitas dan melakukan analisis secara cermat sebelum mengambil keputusan investasi.