DEMA STAIN TDM Salurkan Bantuan Kemanusiaan dan Desak Presiden Tetapkan Bencana Sumatra sebagai Bencana Nasional

Berita456 Dilihat

Tintaindonesia.id, Aceh — Dewan Mahasiswa (DEMA) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh (TDM) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban banjir di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh. Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan pada 18 Desember 2025 dan dipusatkan di Kecamatan Beutong Banggalang, salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat bencana banjir, Sabtu (20/12/2025).

Ketua DEMA STAIN TDM, Alfa Salam, menyampaikan bahwa donasi yang disalurkan merupakan hasil penggalangan dana dari para dermawan dan masyarakat Aceh Barat. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para korban sekaligus memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana.

“Alhamdulillah, proses penyaluran donasi berjalan dengan lancar. Bantuan ini merupakan amanah dari masyarakat yang peduli terhadap sesama. Semoga dapat memberikan manfaat nyata bagi saudara-saudara kita yang terdampak banjir,” ujar Alfa Salam.

Alfa Salam juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Aceh Barat atas kepercayaan, kepedulian, dan keikhlasan dalam berbagi. Menurutnya, solidaritas yang ditunjukkan masyarakat merupakan wujud nyata kepedulian sosial di tengah situasi darurat kemanusiaan.

Baca : Bakti sosial HMI Cabang Lebak Bersinergi Dengan Polres Lebak Sekaligus Mengadakan Cek Kesehatan Gratis Untuk Masyarakat

Selain melakukan aksi kemanusiaan, DEMA STAIN TDM secara tegas mendesak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk segera menetapkan bencana banjir, longsor, dan bencana alam lain yang melanda wilayah Sumatra sebagai bencana nasional. Alfa Salam menilai dampak bencana yang terjadi telah menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar, ratusan orang hilang, serta kerusakan infrastruktur dan sumber penghidupan masyarakat.

“Kita menyaksikan sendiri ribuan warga terdampak, banyak yang kehilangan rumah, perkebunan, dan mata pencaharian. Banyak wilayah terisolasi, dan bendera putih berkibar sebagai tanda krisis kemanusiaan. Ini bukan bencana kecil yang bisa dianggap selesai secara lokal,” tegasnya.

Alfa Salam juga menyoroti pentingnya keterbukaan pemerintah pusat terhadap bantuan internasional. Ia menilai, apabila pemerintah menyatakan mampu menangani bencana secara mandiri, maka harus dibuktikan dengan penanganan cepat dan menyeluruh di lapangan, bukan justru mempersulit masuknya bantuan dari pihak luar.

Lebih lanjut, DEMA STAIN TDM mendesak adanya penegakan hukum atas pihak-pihak yang diduga berkontribusi terhadap terjadinya bencana. Menurut Alfa Salam, bencana ini tidak sepenuhnya bersifat alamiah, melainkan juga dipicu oleh aktivitas perusakan lingkungan seperti pembalakan liar yang tidak terkendali.

Baca juga : Sah dan Paten, Perempuan Cerdas Pimpin Golkar Kabupaten Tangerang 2025 – 2030

“Ini bukan semata takdir. Kita melihat fakta di lapangan, begitu banyak hutan ditebang oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Negara harus hadir dengan mencari dan mengadili pihak-pihak yang perbuatannya telah merenggut ribuan nyawa dan menghancurkan rumah warga,” katanya.

Alfa Salam juga mempertanyakan rasa keadilan pemerintah pusat dalam penetapan status bencana. Ia membandingkan penetapan bencana asap sebagai bencana nasional dengan bencana banjir dan longsor di Sumatra yang menelan korban jiwa dalam jumlah besar, namun belum mendapatkan status serupa.

DEMA STAIN TDM menyatakan sejalan dengan pernyataan DPRA Aceh yang menuntut keseriusan pemerintah pusat dalam menangani bencana. Menurut mereka, penetapan status bencana nasional bukan sekadar simbol, melainkan kunci untuk membuka akses sumber daya, mempercepat koordinasi lintas lembaga, serta memastikan bantuan yang lebih masif dan terstruktur bagi masyarakat terdampak.

“Presiden seharusnya berdiri di barisan terdepan saat rakyat menghadapi krisis besar. Negara tidak boleh hanya hadir dalam pidato dan foto, tetapi harus diwujudkan melalui keputusan nyata. Kami mendesak: segera tetapkan bencana Sumatra sebagai bencana nasional,” tutup Alfa Salam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *