Sosialisasi Program Bangga Kencana di Pandeglang Dorong Pemberdayaan Keluarga dan Pengentasan Kemiskinan

Berita383 Dilihat

Tintaindonesia.id, Pandeglang — Sosialisasi Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja digelar di KPRI Langgensari, Desa Karyawangi, Kecamatan Pulo Sari, Kabupaten Pandeglang, Jumat (12/12/2025) pukul 13.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri perwakilan BKKBN Provinsi Banten, BAPPEDA, Dinas OPD KB Kabupaten Pandeglang, BP TASKIN, Kepala Desa Karyawangi, Kapolsek Pulo Sari, pendamping dan kader KB, serta masyarakat setempat.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan penurunan stunting, serta upaya pengentasan kemiskinan berbasis keluarga.

Kepala Desa Karyawangi selaku tuan rumah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut di wilayahnya.

Baca : LDKM Universitas Pramita Libatkan 150 Mahasiswa Baru dalam “Operasi Semut” Bersihkan Jalan dari Kampus ke Kitri Bakti

“Semoga kegiatan ini membawa berkah bagi desa kami. Kami berharap program-program yang disosialisasikan dapat membawa masyarakat ke arah yang lebih baik dan lebih maju,” ujarnya.

TA BP TASKIN, Samson, menekankan bahwa keluarga sehat dan sejahtera merupakan kunci utama menciptakan generasi cerdas dan mandiri. Ia menyebutkan bahwa Program Bangga Kencana memiliki irisan kuat dengan program BP TASKIN, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.

“Pulo Sari berpotensi menjadi pilot project pengentasan kemiskinan berbasis komoditas lokal,” katanya.

*Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, *Rusman Efendi*, menjelaskan bahwa Kemendukbangga menghadirkan berbagai program quick win yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Program tersebut meliputi *GENTING* untuk percepatan penurunan stunting, TAMASYA sebagai solusi pengasuhan anak bagi orang tua bekerja, SIDAYA untuk pemberdayaan lansia, GATI guna memperkuat peran ayah dalam pengasuhan, serta *Super Apps sebagai pusat informasi keluarga.

“Program-program ini dirancang agar negara benar-benar hadir di tengah masyarakat,” tegasnya.

Perwakilan BAPPEDA Kabupaten Pandeglang, Suci, menyoroti pentingnya pemanfaatan bonus demografi secara optimal. Menurutnya, tanpa intervensi yang tepat, bonus demografi berpotensi menjadi beban demografi.

“Program Bangga Kencana berperan strategis dalam meningkatkan kualitas keluarga, menekan kemiskinan, dan menyiapkan sumber daya manusia yang unggul,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas OPD KB Kabupaten Pandeglang mengungkapkan bahwa pembangunan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari keluarga. Ia juga menyoroti tingginya angka perceraian di Pandeglang yang mayoritas disebabkan oleh faktor ekonomi.

Baca juga : IHSG Menguat di Akhir Pekan, Ditutup di Level 8.660 pada Perdagangan Jumat

“Kemiskinan harus ditangani melalui pemberdayaan. Ketika keluarga berani bergerak dan didorong dengan program yang tepat, maka kualitas hidup akan meningkat,” ujarnya.

Hasil dan Harapan

Melalui kegiatan sosialisasi ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai pentingnya perencanaan keluarga, pengasuhan anak yang berkualitas, serta peran keluarga dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Program Bangga Kencana diharapkan mampu menjadi pengungkit perubahan perilaku masyarakat dalam mencegah stunting, mengendalikan pertumbuhan penduduk, serta meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga.

Ke depan, sinergi antara BKKBN, pemerintah daerah, BP TASKIN, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam menghadirkan program-program pemberdayaan yang tepat sasaran. Dengan kolaborasi tersebut, Kabupaten Pandeglang diharapkan mampu memanfaatkan bonus demografi secara optimal, menekan angka kemiskinan, dan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.