Pemblokiran TikTok Live Saat Demonstrasi: Membungkam Ruang Ekspresi Masyarakat

Opini87 Dilihat

Oleh: Winda Sari

Tintaindonesia.id, Opini – Pemblokiran fitur live di TikTok saat berlangsungnya aksi demonstrasi di Indonesia menimbulkan tanda tanya besar. Apakah ini murni langkah teknis untuk menjaga stabilitas, atau justru strategi pemerintah untuk membungkam suara masyarakat?

Kita tahu, media sosial hari ini telah menjadi ruang publik baru. Fitur live streaming memungkinkan masyarakat menyiarkan peristiwa secara langsung, tanpa sensor, dan tanpa bergantung pada narasi tunggal dari pemerintah maupun media arus utama. Di tengah demonstrasi, platform semacam ini kerap menjadi saluran informasi yang penting bukan hanya bagi peserta aksi, tetapi juga bagi publik luas yang ingin mengetahui situasi di lapangan.

Baca : TikTok Hentikan Sementara Fitur Live di Indonesia, Ini Penjelasannya

Namun, pembatasan seperti ini bukanlah hal baru. Kita masih ingat pada tahun 2019, ketika terjadi demonstrasi mahasiswa di berbagai daerah, akses media sosial sempat dibatasi. Begitu pula di Papua, ketika internet diperlambat dengan alasan keamanan. Pola ini menunjukkan adanya kecenderungan negara untuk mengontrol arus informasi alternatif yang dinilai mengganggu stabilitas.

Padahal, hak atas informasi dan kebebasan berekspresi dijamin oleh UUD 1945 serta Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Pembungkaman ruang digital justru bertentangan dengan prinsip demokrasi yang mestinya memberi ruang bagi kritik, perbedaan pandangan, dan partisipasi aktif masyarakat.

Baca juga : Isu Simpanan Ahmad Sahroni: Nandriani, Wulan, dan Dina Jadi Sorotan

Alih-alih membatasi akses, pemerintah seharusnya memperkuat transparansi dan membuka dialog. Membungkam masyarakat hanya akan memperlebar jarak antara penguasa dan rakyat, serta melahirkan ketidakpercayaan publik terhadap negara.

Di era digital, kebenaran tak bisa lagi dimonopoli. Semakin ditekan, suara masyarakat justru akan menemukan jalannya sendiri. Maka, upaya membungkam dengan cara membatasi TikTok Live hanya akan memperlihatkan ketakutan pemerintah terhadap rakyatnya sendiri.