Pelantikan PC IPNU-IPPNU Kota Tangerang 2025–2027, Tegaskan Pelajar sebagai Penggerak Peradaban

Berita134 Dilihat

Tintaindonesia.id, Tangerang – Acara yang dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2026 bertempat di Pondok Pesantren Ibadurrahman berlangsung khidmat dan penuh semangat intelektual dalam rangkaian Seminar Hari Pendidikan Nasional bertema “From Zero to Impact: Saatnya Pelajar Bergerak, Berintegritas, dan Berdampak.” Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi lahirnya semangat baru gerakan pelajar di Kota Tangerang dalam menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks, khususnya di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial generasi muda, Selasa (12/5/2026).

Kepengurusan baru membawa visi besar untuk menjadikan IPNU Kota Tangerang sebagai organisasi yang berkarakter, intelektual, progresif, dan berdaya guna bagi pelajar. Ia menekankan bahwa pelajar hari ini tidak cukup hanya unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki karakter, integritas, kemampuan berpikir kritis, serta kepedulian sosial yang tinggi. Menurutnya, IPNU harus mampu menjadi ruang tumbuh bagi lahirnya generasi muda yang mampu menjaga nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan secara seimbang di tengah dinamika kehidupan modern. Ujar Ketua PC IPNU Kota Tangerang, Sultan Fazal Adzani

Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa kepengurusan PC IPNU Kota Tangerang akan berfokus pada penguatan kaderisasi, memperluas kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, serta menghadirkan ruang aktualisasi diri bagi para pelajar. Salah satu program yang kembali dihidupkan adalah gerakan IPNU Back To School sebagai bentuk pendekatan organisasi terhadap dunia pelajar secara lebih nyata dan relevan. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun kedekatan emosional dan intelektual antara organisasi dengan pelajar di lingkungan sekolah.

Baca : Miris! TPA Jatiwaringin Diduga Jadi Tempat Peredaran Miras dan Wanita Penghibur, Aktivis Desak Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih

Pelantikan bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan titik awal pembuktian bahwa pelajar mampu menjadi penggerak perubahan sosial. Ia menyampaikan bahwa generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan, melainkan harus hadir sebagai pelaku utama peradaban. Menurutnya, usia muda bukan alasan untuk menunggu, tetapi alasan untuk mulai melangkah dan mengambil peran dalam kehidupan masyarakat. Ujar Ketua PC IPPNU Kota Tangerang, Novia Kurnia Cahya

Menyoroti kondisi pelajar di era digital yang kerap kehilangan arah akibat budaya pencarian pengakuan di media sosial. Karena itu, ia menegaskan bahwa IPPNU harus hadir bukan hanya sebagai organisasi formal, tetapi sebagai rumah bertumbuh bagi para pelajar perempuan. Rumah yang menjadi ruang belajar, ruang penguatan, sekaligus ruang lahirnya perempuan-perempuan hebat yang mampu bersuara tanpa kehilangan akhlak dan nilai moralitasnya. Ia juga menekankan bahwa gerakan yang baik bukanlah gerakan yang paling ramai dibicarakan, melainkan yang paling nyata dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Tema besar kegiatan “From Zero to Impact” menjadi refleksi bahwa setiap perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil dan keberanian untuk bergerak. Dalam kesempatan tersebut, seluruh kader diajak untuk membangun budaya organisasi yang tidak hanya aktif secara simbolik, tetapi juga memiliki dampak nyata dalam bidang pendidikan, sosial, dan pengembangan pelajar. Semangat tersebut menjadi landasan penting dalam membangun generasi yang konsisten dalam perjuangan, memiliki integritas, serta mampu menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Baca juga : Terima Audiensi GMPK di Pendopo, Bupati Tangerang Komitmen Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Terbuka

Pada sesi Seminar Hari Pendidikan Nasional, pemateri utama Faiz Syukron Ma’mun menyoroti tantangan organisasi pelajar di era digital yang menuntut kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan sosial. Ia menjelaskan bahwa banyak organisasi pelajar masih terjebak dalam pola gerakan konvensional sehingga kurang mampu menjawab kebutuhan generasi muda masa kini. Akibatnya, daya saing intelektual pelajar menjadi rendah, inovasi media dakwah dan kaderisasi kurang berkembang, serta pemanfaatan teknologi belum optimal sebagai sarana pengembangan organisasi.

Sebagai respon atas tantangan tersebut, Gus Faiz Syukron Ma’mun mendorong IPNU-IPPNU Kota Tangerang untuk menjadi organisasi pelajar yang progresif, adaptif, dan inovatif dalam menghadapi era digital. Ia menekankan pentingnya penguatan literasi digital, pengembangan media komunikasi organisasi, serta pemanfaatan platform digital sebagai sarana edukasi dan dakwah pelajar.

Menurutnya, transformasi digital harus mampu melahirkan generasi pelajar NU yang tidak hanya kuat secara ideologis dan organisatoris, tetapi juga unggul dalam kompetensi digital dan kepemimpinan sosial. Dengan semangat tersebut, pelantikan dan seminar pendidikan nasional ini diharapkan menjadi awal lahirnya gerakan pelajar Kota Tangerang yang lebih intelektual, berintegritas, dan berdampak bagi masa depan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *