IHSG Ditutup Melemah Tipis, Sempat Tertekan di Awal Perdagangan

Ekonomi162 Dilihat

Tintaindonesia.id, Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan hari ini, berada di level 8.951,01 atau turun 41,17 poin (-0,46 persen). Pelemahan tersebut mencerminkan tekanan jual yang masih membayangi pasar saham domestik, meski pergerakan indeks menunjukkan upaya pemulihan secara bertahap hingga akhir sesi, Jum’at (23/1/2026).

Pada awal perdagangan, IHSG sempat mengalami tekanan cukup dalam. Indeks dibuka di zona merah dan bergerak turun tajam dari area 9.039, menandakan adanya aksi ambil untung serta sikap wait and see investor terhadap kondisi pasar global dan domestik.

Tekanan jual tersebut mendorong IHSG sempat menyentuh level terendah harian di kisaran 8.837,83. Level ini menjadi titik balik pergerakan indeks, di mana mulai terlihat aksi beli selektif yang menahan pelemahan lebih lanjut.

Baca : Pedagang Daging Pasar Cikupa Mogok Jualan, Protes Kenaikan Harga yang Terus Melonjak

Memasuki pertengahan sesi, IHSG bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas. Pola pergerakan indeks menunjukkan adanya konsolidasi, seiring investor mulai kembali masuk pada saham-saham berkapitalisasi besar yang dinilai telah berada di level harga menarik.

Hingga sesi siang, indeks bergerak dalam rentang sempit namun perlahan menunjukkan penguatan. Aksi beli yang muncul secara bertahap membantu IHSG menjauh dari level terendah harian, meski belum mampu kembali ke zona hijau.

Menjelang penutupan perdagangan, IHSG terlihat semakin stabil dan bergerak naik mendekati level 8.960. Namun, tekanan jual yang masih muncul di akhir sesi membuat indeks akhirnya ditutup tetap di zona merah.

Baca juga : TPA Jatiwaringin Diduga Jadi Lokasi Peredaran Miras dan Prostitusi, Warga Minta Penindakan Aparat

Secara teknikal, pergerakan IHSG hari ini menunjukkan pola rebound terbatas setelah mengalami penurunan tajam di awal perdagangan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi dengan sentimen yang cenderung berhati-hati.

Pelaku pasar saat ini masih mencermati berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri, yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan IHSG ke depan. Volatilitas diperkirakan masih akan mewarnai perdagangan dalam jangka pendek.

Dengan demikian, meski IHSG ditutup melemah, adanya upaya pemulihan dari level terendah harian memberikan sinyal bahwa minat beli masih ada. Investor disarankan tetap selektif dan mencermati perkembangan sentimen pasar sebelum mengambil keputusan investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *