Pedagang Daging Pasar Cikupa Mogok Jualan, Protes Kenaikan Harga yang Terus Melonjak

Berita203 Dilihat

Tintaindonesia.id, Kabupaten Tangerang – Mogok jualan dilakukan oleh pedagang daging di Pasar Cikupa, Kabupaten Tangerang, pada Kamis, 22 Januari 2026. Aksi ini merupakan bentuk protes atas kenaikan harga daging yang dinilai terus meningkat dan semakin memberatkan pedagang maupun konsumen.

Sejak pagi hari, sejumlah lapak daging tampak tutup dan tidak beroperasi seperti biasanya. Kondisi tersebut membuat aktivitas jual beli daging di pasar tradisional tersebut lumpuh sementara, karena sebagian besar pedagang memilih menghentikan penjualan.

Salah satu pedagang daging yang ikut mogok mengungkapkan bahwa kenaikan harga daging sudah terjadi secara bertahap dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, lonjakan harga dari pemasok tidak diimbangi dengan daya beli masyarakat yang justru terus menurun.

Baca : TPA Jatiwaringin Diduga Jadi Lokasi Peredaran Miras dan Prostitusi, Warga Minta Penindakan Aparat

“Kalau kami tetap jualan, keuntungannya hampir tidak ada. Harga beli mahal, tapi pembeli tidak sanggup beli dengan harga tinggi,” ujar seorang pedagang daging yang enggan disebutkan namanya.

Ia menambahkan, pedagang kerap berada di posisi sulit karena harus memilih antara menaikkan harga jual atau menanggung kerugian. Namun, menaikkan harga justru berisiko membuat dagangan tidak laku di pasaran.

Aksi mogok ini disebut sebagai bentuk kekecewaan pedagang terhadap belum adanya solusi konkret untuk menstabilkan harga daging. Para pedagang berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera turun tangan mengendalikan harga di tingkat distributor maupun pemasok.

Baca juga : Operasi Senyap KPK di Jawa Tengah, Bupati Pati Terseret OTT

Selain berdampak pada pedagang, mogok jualan ini juga dirasakan oleh pembeli yang terpaksa pulang tanpa mendapatkan daging. Beberapa pembeli mengaku memahami aksi tersebut, namun berharap kondisi segera kembali normal.

Pedagang menegaskan bahwa aksi mogok dilakukan secara damai tanpa unsur paksaan. Mereka hanya ingin menyampaikan aspirasi agar persoalan kenaikan harga tidak terus dibiarkan berlarut-larut.

Hingga siang hari, belum ada kepastian kapan aktivitas jual beli daging di Pasar Cikupa akan kembali normal. Pedagang berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah agar stabilitas harga pangan, khususnya daging, dapat segera terwujud.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *