Tiga Wisatawan Terseret Arus di Pantai Goa Langir, Lebak: Dua Selamat, Satu Masih Dicari

Berita326 Dilihat

Tintaindonesia.id, Lebak — Insiden kecelakaan laut terjadi di kawasan wisata Pantai Goa Langir, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Tiga orang wisatawan dilaporkan terseret arus laut saat berenang, dengan dua orang berhasil selamat dan satu orang lainnya hingga kini masih dalam pencarian, Minggu (18/1/2026).

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu pagi sekitar pukul 05.30 WIB. Ketiga wisatawan diketahui merupakan rombongan asal Jakarta yang tengah berlibur dan menginap di sekitar kawasan pantai sejak malam sebelumnya.

Berdasarkan informasi di lapangan, ketiga korban awalnya berenang di tepi pantai. Namun, arus laut yang cukup kuat tiba-tiba datang dan menyeret mereka ke arah tengah laut, sehingga menyebabkan kepanikan.

Baca : Pemuda Teluk Ambun Desak APH Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa

Satu orang korban berhasil menyelamatkan diri secara mandiri dan berenang kembali ke bibir pantai. Sementara satu korban lainnya berhasil diselamatkan oleh warga sekitar yang melihat kejadian tersebut dan segera memberikan pertolongan.

Namun nahas, satu wisatawan lainnya bernama Salman Abdul Latif, berusia 19 tahun, warga Jakarta Timur, terseret arus lebih jauh dan hingga saat ini belum ditemukan. Upaya pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Ketua Balawista Kabupaten Lebak menyatakan bahwa saat kejadian berlangsung, belum terdapat petugas penjaga pantai yang berjaga di lokasi. Kondisi ombak pagi hari dinilai cukup berbahaya bagi aktivitas berenang.

Baca juga : Milad ke-5 GemaBanten.com, Komitmen Terus Menyuarakan Fakta dan Kepentingan Publik

Tim SAR bersama relawan, aparat setempat, dan masyarakat sekitar terus melakukan penyisiran di perairan Pantai Goa Langir. Proses pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan gelombang laut.

Pihak berwenang mengimbau para wisatawan agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan pantai, mematuhi rambu peringatan, serta tidak berenang di luar jam pengawasan guna menghindari kejadian serupa terulang kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *