Ketegangan Iran dan Amerika Serikat Memanas hingga Forum Dewan Keamanan PBB

Uncategorized175 Dilihat

Tintaindonesia.id, Jakarta — Hubungan diplomatik antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas dan menjadi sorotan dunia internasional. Ketegangan kedua negara tersebut bahkan mencuat dalam forum Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), memperlihatkan eskalasi konflik politik dan diplomatik yang semakin tajam, Minggu (18/1/2026).

Situasi ini dipicu oleh gelombang ketegangan internal di Iran yang kemudian menyeret respons keras dari Amerika Serikat. AS menuding pemerintah Iran melakukan tindakan represif terhadap rakyatnya, sementara Teheran menilai pernyataan Washington sebagai bentuk campur tangan terhadap kedaulatan negara.

Dalam forum Dewan Keamanan PBB, delegasi AS secara terbuka menyampaikan kritik tajam terhadap pemerintah Iran. AS menyatakan dukungannya kepada masyarakat Iran yang melakukan protes dan menilai bahwa tuntutan rakyat merupakan bagian dari perjuangan hak asasi manusia.

Baca : Tiga Wisatawan Terseret Arus di Pantai Goa Langir, Lebak: Dua Selamat, Satu Masih Dicari

Menanggapi hal tersebut, perwakilan Iran membantah keras tudingan AS. Iran menegaskan bahwa aksi protes di dalam negeri tidak lepas dari provokasi dan tekanan pihak asing, termasuk Amerika Serikat, yang dinilai sengaja menciptakan instabilitas politik.

Ketegangan semakin terasa ketika Iran menuduh AS menggunakan forum internasional untuk menyebarkan narasi sepihak dan informasi yang dianggap tidak sesuai fakta. Iran juga memperingatkan bahwa setiap bentuk tekanan atau ancaman akan dibalas dengan sikap tegas sesuai kepentingan nasionalnya.

Amerika Serikat dalam pernyataannya menegaskan bahwa segala opsi masih terbuka dalam menyikapi situasi Iran. Pernyataan ini dinilai sebagai sinyal tekanan politik dan diplomatik yang kuat terhadap pemerintahan Teheran di tengah sorotan dunia.

Baca juga : Pemuda Teluk Ambun Desak APH Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa

Tidak hanya AS dan Iran, sejumlah negara lain turut menyampaikan pandangannya dalam forum tersebut. Rusia, misalnya, mengkritik langkah Amerika Serikat yang dinilai memanfaatkan Dewan Keamanan PBB untuk membenarkan intervensi terhadap negara berdaulat.

Perdebatan sengit antarnegara besar tersebut mencerminkan betapa kompleksnya dinamika geopolitik global saat ini. Forum Dewan Keamanan PBB pun menjadi arena adu kepentingan politik yang melibatkan berbagai kekuatan dunia.

Di tengah memanasnya situasi, Sekretaris Jenderal PBB menyerukan kepada seluruh pihak agar menahan diri dan mengedepankan dialog diplomatik. Seruan ini disampaikan guna mencegah eskalasi konflik yang berpotensi menimbulkan dampak lebih luas bagi stabilitas kawasan dan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *