Operasional Kereta Cepat Jakarta–Bandung Whoosh Akan Jadi Tanggung Jawab Badan Pengelola Investasi Danantara

Berita566 Dilihat

Tintaindonesia.id, Jakarta — Pengelolaan operasional Kereta Cepat Jakarta–Bandung “Whoosh” dipastikan akan dialihkan sepenuhnya kepada Badan Pengelola Investasi Danantara (Danantara). Kebijakan ini disampaikan sebagai bagian dari restrukturisasi besar terhadap proyek strategis nasional di sektor transportasi, Selasa (11/11/2025).

Direktur Koordinasi Operasional Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa ruang lingkup tanggung jawab Danantara mencakup seluruh aspek operasional, mulai dari layanan penumpang, pemeliharaan sarana dan prasarana, hingga manajemen perjalanan kereta. Sementara itu, pemerintah tetap memegang peran pada infrastruktur dasar seperti rel dan stasiun.

Menurut Dony, keputusan ini dilakukan untuk memperjelas pembagian tugas dan meningkatkan efisiensi. Dengan penugasan operasional di bawah satu entitas, diharapkan layanan Whoosh menjadi lebih efektif, terintegrasi, dan berkualitas bagi masyarakat.

Pemerintah menilai langkah ini penting dan strategis, mengingat Whoosh menjadi moda transportasi unggulan yang diharapkan mendorong percepatan mobilitas penduduk serta pertumbuhan ekonomi nasional. Penataan ulang tata kelola juga diharapkan menambah daya tarik investasi pada proyek ini.

Meski demikian, proyek Whoosh masih menghadapi tantangan besar terkait pembiayaan dan pelunasan utang. Pembahasan mengenai skema pembiayaan dan peran masing-masing pihak masih terus berproses antara pemerintah dan Danantara.

Dony menyampaikan optimisme bahwa penataan baru tersebut dapat meningkatkan kualitas layanan. Ia menyebut, Danantara berkomitmen menjalankan operasional dengan baik sehingga pelayanan menjadi lebih aman, nyaman, dan efisien bagi masyarakat.

Pengamat transportasi menilai bahwa kejelasan skema finansial dan mekanisme pengawasan menjadi kunci keberhasilan langkah ini. Mereka mengingatkan agar pemerintah memastikan model tata kelola baru tidak menimbulkan beban fiskal tambahan di kemudian hari.

Dengan dialihkannya tanggung jawab operasional kepada Danantara, proyek Whoosh memasuki fase baru yang diharapkan dapat menyempurnakan tatanan layanan dan keberlanjutan proyek kereta cepat pertama di Indonesia ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *