Tintaindonesia.id, Jakarta – Gelombang demonstrasi yang berujung ricuh di Jakarta semakin melebar hingga ke kawasan permukiman. Massa dilaporkan mendatangi rumah yang diduga milik Menteri Keuangan Sri Mulyani di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, pada Minggu (31/8) dini hari.
Berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial, aksi terjadi sekitar pukul 01.41 WIB. Massa terlihat memasuki rumah tersebut dan membawa keluar berbagai barang berharga, mulai dari perhiasan, lukisan, hingga perabotan rumah tangga seperti kursi, televisi, panci, dan teko.
Kejadian ini menambah daftar panjang kerusuhan yang menargetkan kediaman pejabat negara. Sebelumnya, rumah anggota DPR Eko Patrio di kawasan Kuningan juga dilaporkan menjadi sasaran penjarahan saat gelombang unjuk rasa yang terjadi sejak pekan lalu.
Baca : Setelah Sahroni, Kini Eko Patrio Jadi Sasaran Amuk Massa
Kerusuhan ini dipicu oleh aksi protes mahasiswa dan buruh terkait kebijakan fasilitas serta tunjangan anggota DPR. Aksi yang awalnya berlangsung di sekitar kompleks MPR/DPR, memanas setelah terjadi bentrokan antara massa dan aparat. Penggunaan gas air mata serta water cannon tidak mampu meredam massa yang kemudian menyebar ke beberapa titik lain, termasuk kawasan permukiman elit.
Hingga saat ini, pihak kepolisian dan Kementerian Keuangan belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut maupun besaran kerugian yang dialami. Aparat disebut masih melakukan penyelidikan dan pengamanan di lokasi.
Baca juga : Pemblokiran TikTok Live Saat Demonstrasi: Membungkam Ruang Ekspresi Masyarakat
Dampak dari kericuhan juga meluas ke sektor ekonomi. Beberapa pusat perbelanjaan di Jakarta dan Surabaya terpaksa menutup sementara operasional untuk menghindari potensi penjarahan. Selain itu, stabilitas pasar keuangan juga terguncang dengan turunnya indeks saham dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Peristiwa ini menunjukkan eskalasi serius dari gelombang protes yang awalnya terpusat di kawasan parlemen. Masyarakat kini menanti langkah tegas dari pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas serta mencegah kerusuhan meluas.