NasDem Tegaskan Sikap, Nonaktifkan Sahroni dan Nafa Urbach dari DPR RI

Berita56 Dilihat

Tintaindonesia.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem mengambil langkah politik yang mengejutkan dengan resmi menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari jabatannya sebagai Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem. Keputusan ini berlaku efektif mulai Senin, 1 September 2025, sebagaimana tertuang dalam siaran pers yang diteken langsung oleh Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, dan Sekretaris Jenderal, Hermawi F. Taslim, Minggu (31/8/2025).

Langkah tegas ini diambil setelah melalui pertimbangan mendalam atas dinamika politik serta sejumlah pernyataan dan sikap publik yang dinilai mencederai perasaan masyarakat. Bagi Partai NasDem, hal tersebut dianggap tidak sejalan dengan garis perjuangan partai yang sejak awal menempatkan aspirasi rakyat sebagai prioritas utama.

“Perjuangan Partai NasDem merupakan kristalisasi dari semangat kerakyatan yang selalu berpijak pada tujuan nasional sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Karena itu, setiap tindakan yang menyinggung masyarakat luas adalah bentuk penyimpangan dari perjuangan kami,” tegas Surya Paloh dalam keterangannya.

Baca : Forum Kewirausahaan Pemuda Kabupaten Tangerang Sesalkan Penonaktifan Fitur TikTok LIVE: UMKM Paling Terdampak

Nama Ahmad Sahroni selama ini dikenal sebagai salah satu kader populer NasDem sekaligus Anggota DPR RI yang aktif di berbagai isu. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah pernyataannya menuai sorotan publik hingga dianggap melukai perasaan rakyat.

Ketegangan makin memuncak ketika rumah pribadi Ahmad Sahroni di kawasan Pantai Mutiara, Jakarta Utara, didatangi massa aksi pada Sabtu (30/8/2025). Massa mendesak Sahroni untuk mundur dari jabatannya dan menuntut pertanggungjawaban atas sikap politiknya yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat. Aksi tersebut berlangsung ricuh hingga aparat keamanan turun tangan untuk menenangkan situasi.

Insiden di rumah Sahroni itu disebut-sebut menjadi salah satu pemicu cepatnya keputusan DPP NasDem untuk menonaktifkannya dari keanggotaan Fraksi DPR RI. Partai menilai kehadiran gelombang penolakan publik adalah sinyal kuat yang tidak bisa diabaikan.

DPP NasDem menilai sikap Sahroni telah menimbulkan kekecewaan mendalam di masyarakat. “Aspirasi rakyat adalah pondasi utama perjuangan kami. Maka dari itu, langkah penonaktifan ini bukan hanya sanksi politik, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral kami kepada masyarakat,” ujar Surya Paloh.

Selain Sahroni, DPP NasDem juga memutuskan menonaktifkan artis sekaligus politisi Nafa Urbach dari keanggotaan DPR RI Fraksi NasDem. Meski demikian, sorotan terbesar publik tetap tertuju pada keputusan terhadap Sahroni, mengingat posisinya yang cukup menonjol di tubuh partai.

NasDem dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa setiap kader, khususnya yang duduk di kursi legislatif, wajib menjaga integritas, etika politik, serta selalu berpihak pada kepentingan rakyat. Segala bentuk penyimpangan dari prinsip itu akan ditindak tegas tanpa pandang bulu.

Baca juga : Prabowo Perintahkan TNI-Polri Tindak Tegas Massa Anarkis

“Partai NasDem tidak ragu mengambil keputusan penting demi menjaga konsistensi perjuangan politiknya. Kami ingin memastikan bahwa partai ini tetap berada di garis depan dalam memperjuangkan aspirasi rakyat,” lanjut Surya Paloh.

Dengan adanya keputusan ini, Fraksi NasDem di DPR RI dipastikan akan melakukan penyesuaian internal. DPP Partai NasDem juga menegaskan bahwa langkah tersebut bukan akhir, melainkan bagian dari upaya konsisten menjaga kepercayaan masyarakat.

Siaran pers ini sekaligus menjadi pernyataan resmi partai bahwa aspirasi rakyat akan selalu menjadi roh perjuangan politik NasDem. “Keadilan, kebenaran, dan aspirasi masyarakat adalah napas perjuangan kami. Dan tidak ada seorang pun yang boleh mengkhianatinya,” pungkas Surya Paloh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *