Tintaindonesia.id, Jakarta — Nama Ahmad Sahroni, anggota DPR RI dari Fraksi NasDem yang kerap dijuluki “Crazy Rich Tanjung Priok”, kini terseret dalam pusaran isu sensitif. Bukan lagi soal gaya hidup mewah atau kiprahnya di Komisi III DPR, melainkan rumor mengenai adanya tiga perempuan yang disebut-sebut sebagai “simpanan” dirinya, Sabtu (30/8/2025).
Tiga nama perempuan yang kini ramai diperbincangkan adalah Nandriani Octarina, Wulan Pricilia, dan Dina Albens. Meski belum ada bukti kuat yang bisa menguatkan tuduhan tersebut, isu ini sudah terlanjur menyebar luas di media sosial dan memancing pro-kontra di ruang publik.
Siapa Mereka?
- Nandriani Octarina Sosok muda berusia 29 tahun ini dikenal sebagai calon Wakil Wali Kota Palembang serta pengusaha batu bara. Dalam laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), Nandriani tercatat memiliki harta hingga Rp23,3 miliar. Ia merupakan lulusan Psikologi Universitas Sriwijaya tahun 2016. Menariknya, akun Instagram resminya dikunci usai isu “simpanan” ini mencuat.
- Wulan Pricilia Nama kedua, Wulan Pricilia, disebut-sebut sebagai model untuk para Make-Up Artist (MUA). Namun, informasi terkait dirinya sangat terbatas. Akun Instagram yang diduga miliknya sudah sulit dilacak, membuat publik semakin bertanya-tanya soal identitas sebenarnya dari Wulan.
- Dina Albens Perempuan ketiga, Dina Rimandra Handayani atau lebih dikenal sebagai Dina Albens, merupakan pengusaha di balik brand minuman Albens Cider. Ia juga mendirikan brand Ambah Batik sejak 2016. Lahir di Bogor sekitar tahun 1987, Dina dikenal aktif di dunia usaha dan memiliki 100 ribu lebih pengikut di Instagram. Namun, akun tersebut kini dikunci setelah isu mencuat.
Baca : Presiden Prabowo Undang 16 Ormas Islam ke Hambalang, Serukan Persatuan Bangsa
Publik Bertanya, Sahroni Bungkam
Meski namanya jadi perbincangan hangat, Ahmad Sahroni hingga kini belum mengeluarkan klarifikasi resmi. Publik menunggu pernyataannya, mengingat rumor ini menyentuh ranah privat sekaligus berpotensi memengaruhi reputasinya sebagai politisi yang sedang menanjak di tingkat nasional.
Di media sosial, warganet terbelah dua. Ada yang menilai isu ini bagian dari upaya “serangan politik” untuk menjatuhkan Sahroni, apalagi menjelang kontestasi politik di berbagai daerah. Namun, tidak sedikit juga yang mendesak agar Sahroni bersikap transparan dan menjelaskan duduk perkara sesungguhnya.
Kasus ini mengingatkan publik bahwa isu pribadi kerap digunakan sebagai senjata politik. Tuduhan “simpanan” tidak hanya menyerang moralitas, tetapi juga bisa mengguncang legitimasi seorang politisi di mata masyarakat. Apalagi, Sahroni selama ini dikenal sebagai figur flamboyan yang dekat dengan dunia otomotif dan kerap tampil di panggung nasional.
Baca : Rumah Ahmad Sahroni Dirusak Massa, Polisi Turun Tangan
Namun, hingga ada bukti yang jelas, isu ini masih sebatas rumor. Klarifikasi dari Sahroni maupun pihak-pihak terkait sangat penting untuk meredam kegaduhan yang kian meluas.
Pada akhirnya, publik berhak mendapatkan penjelasan. Bukan semata untuk menjaga nama baik individu, tetapi juga demi memastikan transparansi dan akuntabilitas dari seorang pejabat publik. Selama belum ada klarifikasi resmi, isu ini akan terus menjadi bahan spekulasi yang bisa menodai iklim politik dan kepercayaan masyarakat.